Senin, 07 April 2014

Just The Way You Are #5 (Fanfiction)




I Love You More Than You Know

Sebari menunggu ayahnya di lobi Amanda bermain game Flappy Bird di smartphonenya. Hari ini dia ada janji dengan ayahnya untuk jalan-jalan keliling Barcelona. Tapi karena ayahnya adalah orang sibuk Amanda diminta untuk datang ke kantor ayahnya. Garcia Group, begitulah nama kantor ayahnya. Ayahnya adalah seorang pemilik TV swasta yang sedang melejit di Spanyol. Dan sekarang disinilah Amanda, di lobi yang banyak sekali orang lalu lalang.
Amanda sudah tidak tahan menunggu ayahnya di lobi. Dia juga sudah bosan bermain game di smatrphonenya. Lalu jari mungilnya itu memijit tombol quit dan menuju kontak ayahnya. Awalnya Amanda ingin menelepon ayahnya dan menyuruhnya untuk menyelesaikan pekerjaan secepatnya tapi dia mengurungkan niatnya. “Lebih baik aku ke kantin saja,” ujarnya.
Banyak orang yang bersikap baik kepada Amanda. Maklumlah dia anak dari Garcia Group. Salah satu orang yang sangat baik kepada Amanda adalah Maria, dia adalah wanita bertubuh gempal yang berjualan di kantin. 
“Amanda,” ujar Maria sebari memeluk Amanda, “hai Maria,” “sejak kapan kau datang ke Barcelona, sayang?,” Amanda melepaskan pelukan Maria dan menjawab, “sebenarnya sudah lama, tapi aku baru berkunjung ke sini,” “pasti kau sibuk melukiskan kan?,” tanya Maria sebari membuatkan minuman kesukaan Amanda, Milkshake. “Si,” jawab Amanda sebari duduk. Sambil menyodorkan minuman kepada Amanda, Maria menarik kursi sehingga mereka kini berhadapan. “Adakah lelaki yang sudah merebut hatimu, sayang?,” tanya Maria genit. Amanda hanya tersenyum dan meminum milkshakenya. “Aku tau jawabannya iya kan?,” Amanda tersenyum kembali. Maria sangat excited mendengar sudah ada lelaki yang merebut hati Amanda. “Ceritakan kepadaku, apakah dia orang sini?, atau orang Indonesia?,” “dia orang sini, Spanyol,” ujar Amanda malu-malu. 
Maria tampaknya senang mendengar bahwa Amanda sudah jatuh cinta. Dari dulu Maria sangat greget dengan Amanda lantaran dirinya tak pernah membuka hatinya untuk  seseorang. Pedahal dirinya sangat cantik dan kaya, dan lelaki mana yang tidak ingin menjadi pacar Amanda pastinya banyak sekali yang mengantri untuk menjadi pacar Amanda. Tapi, dulu bila ditanya oleh Maria apakah sudah ada yang merebut hati Amanda, Amanda selalu berkata, “aku akan focus kuliah dan melukis dulu Maria,” dan kali ini jawabannya sudah. Betapa Maria senang mendengarnya.
“Ah sayang, itu jawaban yang aku tunggu-tunggu selama ini. terimakasih Tuhan telah melesatkan panah cupid pada Amanda,” Amanda mendongak dan tertawa, “siapa nama lelaki itu Amanda?, apakah dia tampan?,” Amanda tersenyum kembali dan Maria tertawa melihat Amanda yang sedang jatuh cinta ini. “Jelas dia sangat tampan kan?, setampan apa?, ayolah Amanda ceritakan padaku tentang orang yang kau sukai itu,” ujar Maria penasaran. “Dia seorang yang baik, murah senyum, menyenangkan dan yang pasti apa adanya. Dia juga seseorang yang hebat. Taukah Maria?, aku sangat nyaman bila didekat orang itu walaupun hatiku selalu bergetar dibuat olehnya dan juga aku selalu ingin bertemu dengannya,” cerita Amanda sebari menerawang, “apakah ini yang dinamakan jatuh cinta Maria?,” tanya Amanda polos. “Iya sayang,” ujar Maria tersenyum hangat. “Tapi, aku tidak tau apakah dia mempunyai perasaan yang sama padaku atau tidak Maria,” “kalau begitu, tanyakan saja,” “Maria yang benar saja!,” ujarnya dan merekapun tertawa.
                                                            ***
Dia seorang yang baik, murah senyum, menyenangkan dan yang pasti apa adanya. Dia juga seseorang yang hebat, entahlah apakah orang yang dimaksud Amanda adalah dirinya?. Alex sudah lama menguping pembicaraan Amanda dengan wanita gempal yang dipanggil Maria tersebut. Dan pikirannya dibuat bertanya-tanya siapakah orang yang Amanda maksud, tapi Alex sadar tidak perlu jauh jauh mencari jawabannya, siapa orang yang dimaksud oleh Amanda adalah kakaknya sendiri, Marc. Rasanya cintanya untuk Amanda harus bertepuk sebelah tangan. Tapi jika Alex memperjuangkan cintanya tersebut, dia harus berhadapan dengan kakaknya sendiri, tapi dia tidak ingin bersaing dengan kakaknya soal urusan cinta, Alex sudah kalah telak dibuat olehnya. “Aku akan terus menyukaimu, walaupun kau nyatanya menyukai kakakku, karena aku menyukaimu lebih dari yang kau tau,” gumam Alex sebari membalikan tubuhnya meninggalkan Amanda.
Langkahnya terhenti. Ternyata Amanda sudah menyadari kehadiran Alex. “Alex, sedang apa kau disini?,” tanya Amanda menghampiri Alex. “Aku sedang menemani Marc yang sedang wawancara,” ujar Alex. Rasanya malas menyebutkan nama Marc dihadapan Amanda, pasti ekspresi Amanda akan senang dan kesenangan itu membuat hati Alex tercabik-cabik. Andai aku berani mengungkapkannya padamu Amanda, bahwa aku sangat menyukaimu. “Marc?!,” tanya Amanda senang, terlihat dari matanya yang berbinar binar. “Ya dia sedang wawancara,” “kau sedang apa disini?,” tanya Alex basa basi dan terkesan dingin terdengar dari nadanya. “Rahasia,” ujar Amanda nyengir kuda. Alex tau Amanda siapa, Alex tau bahwa Amanda adalah anak dari pemilik stasium TV Garcia, Alex tau Amanda seorang pelukis dan lukisannya pernah dipamerkan dan mendapatkan juara disana sini bahkan Alex juga tau bahwa ibunya Amanda adalah orang Indonesia kemudian orangtuanya bercerai, Alex tau semua itu. Sebab setelah hari dimana kakak beradik Marquez mengantarkan Amanda pulang Alex mencari informasi tentang Amanda sebanyak-banyaknya karena entah mengapa Alex ingin mengenal lebih dekat dengan Amanda, atau sepertinya alasan kuat yang tidak disadari oleh Alex adalah dia sudah menyukai Amanda sejak pertama kali bertemu.
“Ah itu putriku,” ujar Gerardo, pemilik Garcia Group yang tentunya ayah Amanda. “Dia putrimu?,” tanya Marc sekali lagi, “ya, kau mengenalnya?,” “aku mengenalnya. Aku menolongnya saat barangnya dicuri,” ujar Marc. Gerardo memperhatikan Marc dengan tatapan khawatir, “baguslah kalau kalian saling mengenal. Aku jadi lebih lega mendengar Amanda mempunyai teman disini. Tolong jaga putriku Marc,” pinta Geardo, “dengan senang hati.”
Melihat ayahnya muncul, Amanda langsung menghampiri lelaki paruh baya yang terlihat masih muda tersebut. “Hey Amanda,” sapa Marc dan membuat kaget Amanda. “Alex darimana saja kau?, aku mencari mu kemana-mana loh,” ujar Marc sebari menepuk bahu Alex, “aku kira kau tersesat,” canda Marc, “hah kau mulai lagi Marc.” “Ayah ini Marc dan Alex, tentunya kau sudah mengenal merekakan?,” ujar Amanda dengan nada ceria, “iya putriku aku tau. Ayo kita berangkat, pasti kau sudah lama menungguku,” seketika raut wajah Amanda berubah dan bibir mungilnya dikerucutkan. “Marc Alex aku pergi dulu dah,” ujarnya dan segera mengejar ayahnya yang lebih dulu berjalan.

Setelah ayah dan anak itu meninggalkan kakak beradik Marquez, Gerardopun bertanya pada Amanda. “Amanda,” ujar Gerardo. “Iya?,” “kau dekat dengan mereka?,” Amanda menimbang-nimbang jawaban, “lumayan. Memangnya kenapa?.” Gerardo menggeleng, “ah tidak,” tapi ada ekspresi khawatir dari wajah Gerardo. Amanda menangkap ekspresi tersebut tapi dia tidak tau apa arti dari ekspresi khawatir ayahnya.
bersambung

Sabtu, 05 April 2014

5 Film Teromantis dan Berbekas

    Well, seperti judulnya di atas kali ini saya akan membahas 5 film teromantis dan berbekas versi saya. Kenapa berbekas?, menurut saya film yang hanya romantis saja tidak cukup jika tidak membekas di hati para penonton, iya kan?. Maka dari itu saya akan membahas 5 film teromantis dan berbekas versi saya. Cekidot :D.

          5. Titanic (1997)

    Siapa sih yang tidak mengenal film Titanic?, hanya orang yang hidup di goa saja yang tidak mengenal film ini. Setiap tahun film ini selalu di putar di layar kaca dan setiap saya menontonnya saya selalu terbawa suasana dan bawaannya pengen nangis :(. Selain itu, waktu saya SD setelah saya menonton tuh film saya suka mendapatkan inspirasi membuat puisi dari cerita film Titanic. Sambil menulis puisi biasanya saya sambil mendengarkan theme song nya juga.
    Film yang diperankan oleh si ganteng Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet ini sudah mendapatkan beberapa penghargaan yang bergengsi.  Ya memang film itu pantas mendapatkan penghargaan karena memang filmnya itu bagus. Dari segi peran?, okey jangan di tanya lagi. Peran yang di mainkan oleh Leonardo dan Kate pun sangat bagus dan menjiwai. Untuk urusan gambar?, bagus lah untuk film yang tayang masanya.
          4. Romeo + Juliet (1996) 
 

    Karya apik dari sang pujangga Inggris William Shakespeare ini di angkat ke layar kaca pada tahun 1996, ah ini saat saya lahir hehe :D. Tapi beruntung saya mendapatkan film jadul ini dari teman saya, sehingga saya tau bahwa Leonardo DiCaprio pernah memerankan tokoh Romeo!. OMG, ganteng parah nih mahkluk!

    Walaupun saya tidak pernah menontonnya saya taulah garis besar dari film ini. Rome dan Juliet?, cerita cinta yang tidak disetujui oleh masing-masing orangtuanya. Tapi karena saya penasaran dengan nih film mangkannya saya meminta film yang muncul pada tahun 1996 ini kepada teman saya.
    Sebenarnya untuk akting Leonardo memang patut di acungkan jempol sebanyak kita mempunyainya. Dan disini lawan main Leonardo pun tidak kalah cantik dengan saya *abaikan* dan tentunya aktingnyapun sangat menjiwai. Wanita itu adalah Claire Danis. Dan yang yang membuat saya baru tau adalah ternyata cerita Rome&Juliet ini berasal dari Italia dan pengucapan bahasa Inggris sebagian pemainnya pun agak aneh. Seperti mamahnya Juliet yang memanggil Juliet dengan kata "J" dibaca "H", menjadi huliete. 
    Diberitau oleh teman saya yang pernah membaca teks asli William Shakespeare, ternyata diaolog yang di gunakan dalam film inipun sama. Pantesan saya nontonnya merasa aneh dengan bahasanya, puitis gitu, saya kira bahasanya akan di sederhanakan ternyata tidak. Tapi ini tidak mengurangi minat saya dalam menonton nih film.
    Opening ceritanya pun sangaaaaat epik. Dan berhasil membuat bulu kuduk saya merinding. Gileee keren sekali! Apalagi yang membuat saya berdecak kagum adalah saat memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada di film ini. Masterpiece. Belum lagi sound yang di gunakan saat menampilkan suasana Veronia Beach nya, gilee kereen bikin merinding. Tapi yang membuat saya kecewa adalah bahasa yang dilontarkan oleh anak-anak Montagues yang pertama mucul dari nih film. Bahasanya dan perilakunya tidak untuk dilihatkan untuk anak under 17. 



    Tapi, yang membuat saya mengernyitkan kening saya ketika adegan awal tembak menembak anatara saudaranya Romeo (lupa lagi namanya) dan Tybalt. Belum lagi awal dari bentroknya Montogue boys dan Capulet boys di tempat pengisian bensin. Menurut saya itu seperti komedi -_-. Selain itu adegan Tybalt mengeluarkan senjata terus buka baju segala, menurut saya itu adegan yang terlalu berlebihan, asa aneh ngeliatnya. Belum lagi ada scene yang seharusnya tidak di sisipkan di film ini -.-.
    Selain ada sedikit ke kecewaan saya terhadap film ini, ada juga ke kaguman dari nih film. Saat pertama kali Romeo di tampilkan sungguh sangat bagus sekali. Pencahayaannya itu loh, keren banget!. Udah mah yang menjadi Leonardo nya itu ganteng parah di tambah cahaya yang menjadi backgroundnya. Aaaaa ganteng bangeet :*.
          3. Milli & Nathan (2011)

    Ini adalah film Indonesia yang paling romantis menurut saya. Setiap film ini tayang di layar kaca, setiap kali juga saya menontonnya *gak nyambuk kata2nye*. Sedih banget dan paling seneng sama bagian scene yang Nathan ngajarin Milli matematika terus cowoknya minta Milli buat jadi pacarnya. Selalu ngebayangin kalau Milli nya itu saya dan Nathannya itu seseorang disana yang selalu marah-marah kalau yang di ajarinnya itu enggak bisa aja -_-. Belum lagi quotes nya yang suka saya kutip untuk menjadi tweet di Twitter. Selain itu jika film ini tayang, selalu saja menjadi trending topic di Twitter. Para pemainnya pun sangat menjiwai perannya, apalagi yang jadi Milli, saya jadi senang terhadap sifatnya.
    Film yang diperankan oleh Olivia Lubis Jensen dan Christ Laurent ini berhasil membuat hati saya tersentuh dan tak jarang membuat mata saya berkaca-kaca dan tak luput dari rasa marah saat Nathan kembali seenaknya. Apalagi saat Nathan bilang pada Milli bahwa dirinya akan menikah dan ternyata Nathan tidak pernah menikah dan tak pernah meninggalkan Milli.  
    Heneg rasanya saat mengetahui Nathan mempunyai penyakit dan tidak mengatakan dari awal kepada Milli. Tapi apa yang di lakukan oleh Nathan ada benarnya juga, alasan dia tidak mengatakan yang sebenarnya pada Milli adalah dia tidak ingin membuat orang yang disayanginya cemas.
          2.  A Walk to Remember (2002)

    Baru-baru ini saya menonton film A Walk to Remember yang ceritanya di angkat dari novel Nicholas Sparks. Ceritanya memang agak klise ya dan mudah di tebak. Seorang lelaki bandel jatuh cinta dengan gadis yang taat beragama. Tapi, kenapa saya menempatkan film ini di posisi ke 2?. Well, seperti judul yang saya katakan di atas, film ini sangatlah berbekas. Bagaimaa tidak?, film yang di bintangi oleh Mandy Moore dan Shane West ini telah membuat air mata saya berjatuhan. Bukan hanya itu saja, film ini juga mengajarkan kita bahwa cinta bisa merubah seseorang. Buktinya Lando (Shane West) bisa berubah sifatnya semenjak dia dekat dengan Jamie (Mandy Moore). Yang asalnya Lando anak badung bisa berubah ke arah yang lebih baik serta meninggalkan teman-temannya yang jahat kepada Jamie.

    Scene yang paling saya senangi adalah ketika teman-temannya Lando memeperlihakan gambar hasil karya mereka kepada Jamie, yang gambar itu adalah wajah Jamie yang tubuhnya telanjang. Biasalah photoshop, tidak mungkin seorang anak pendeta melakukan itu. Nah saat seluruh pengunjung kantin (karena settingnya di kantin) menertawakan Jamie datanglah Lando kemudian lelaki itu memukul Dean -temannya- . Ah itu romantis banget :3. Belum lagi kata-kata mutiara yang melengkapi saya menyukai film tersebut.
    1. A Little Thing Called Love: First Love (2010)

    Negedenger judul film itu pasti pikiran langsung menuju ke pemain yang memerankan toko P'shone (Mario Maurer). Selain pemerannya yang ganteng ceritanya pun sangat menarik. Seorang gadis yang kulitnya gelap dan tidak cantik apalagi pintar menyukai kakak kelasnya yang sangaaat ganteng dan banyak sekali penggemarnya.
    Seperti film A Walk to Remember, cinta itu bisa merubah seseorang dan melakukan apapun agar orang yang di sukai menoleh kepada dirinya. Inilah yang dilakukan oleh Nam (Pimchanok). Gadis itu mengikuti klub drama yang menjadikan dirinya sebagai pemeran utama, bergabung dan menjadi drum major. Penampilannya pun berubah. Dia jadi melepas kacamatanya dan memakai lensa kontak, memakai pemutih kulit dan yang paling saya kagumi dari sosok Nam adalah dia belajar lebih giat sehingga dia mendapat peringkat 1 di kelasnya. Semuanya itu dilakukan atas dasar siapa?, atas dasar Shone! Agar lelaki itu melihat ke arah Nam, seorang gadis yang tidak sempurna.


    Setiap saya menonton film ini saya selalu menangis, bahkan tersedu-sedu. Rasanya cerita ini saya banget :'). Seorang itik buruk rupa yang menyukai seorang angsa. Tapi, yang membuat saya menangis tersedu-sedu adalah saat memberitaukan kepada penonton sebuah kebenaran tentang Shone. Ternyata lelaki itu dari dulu sudah menyukai Nam, sebelum Nam menjadi sangat cantik Shone sudah menyukai gadis tersebut tetapi dia malu untuk mengungkapkannya. Di pikir-pikir ternyata ada juga lelaki yang memiliki paras rupawan tidak berani menyatakan perasaannya, pedahal siapa sih yang tidak ingin menjadi pacar seorang lelaki ganteng.
    Sebenarnya Shone hendak mengatakannya perasannya saat Nam mendapatkan surat yang menyuruhnya untuk datang ke mana ya aku lupa lagi hehe :D. Nam berharap kalau si pengirim surat itu Shone (karena tidak mencantumkan nama pengirim) dan ternyata yang datang malah Top (temannya Shone). Sebenarnya Shone yang datang duluan datang tapi dia kalah cepat untuk mengatakan sesuatu. Saat Shone akan berkata, Top malah datang dan mengucapkan sesuatu saat Nam bertanya pada Shone dengan mata yang berkaca-kaca apa yang dilakukan oleh Shone, lelaki itu malah berbohong.
    Dan semua kebenaran terungkap saat Shone melihat buku Diary nya yang semuaaaa isinya tentang Nam. Pertumbuhan bunga yang di berikan kepada Nam yang ia berkata bahwa bunga itu dari seseorang bukan dari dirinya. Lalu , photo Nam saat masih jelek, Nam saat marching band. Dan yang membuat saya takjub adalah saat Shone memotret tangannya sendiri, yang ternyata tangan itu habis memegangi Nam. Sungguh, saya menangis saat scene tersebut. Saya benar-benar tidak tau kalau ternyata Shone menyukai Nam, bahkan dari awal. Sungguh sesuatu yang manis :3. 
    Selain di buat menangis, saya juga di buat tertawa terbahak-bahak dengan film ini. Yang tak lain adalah karena sifat gurunya Nam yang konyol hahaa.... Ah pokoknya nih film the best deh!.

    Well, ada yang belum penah nonton film saya ulas?. Kalau belum saya rekomendasikan untuk menonton film yang di atas. Di jamin, Anda tidak akan menyesal :) karena saya pikir film yang bagus adalah film yang bisa membuat penonton tertawa jika kalau film itu komedi dan bisa membuat penonton menangis jika jalan ceritanya mengharukan. Dan yang di atas memang termasuk film-film bagus :).

My Favorite Quotes.
My only love sprung from my only hate -Juliet, Romeo+Juliet

dari berbagai sumber.

Kamis, 03 April 2014

Just The Way You Are #4 (Fanfiction)

P.S : maaf kalau gajje bangeet dan gaada feelnya masih amatir u.u



This is A Dream?
Di restoan yang berada di La Rambla mereka makan siang bersama. Keheningan yang dibentuk oleh keduanya membuat Amanda gugup. Makanpun dia menjaga sikap. Yang biasanya suka bicara disela-sela mengunyahnya kini tidak. Ditambah lagi kelembutan music yang dimainkan penyanyi restoran membuat Amanda semakin gugup ditambah senang. Marc memang hebat dalam memilih tempat, pikir Amanda.
“Amanda,” ujar Marc yang telah selesai makannya begitupun dengan Amanda. Amanda mendongak sekaligus deg-degan mendengar panggilan Marc. Apakah Marc akan memintanya untuk menjadi pacaranya?, ah tidak secepat itu. Mereka baru beberapa hari bertemu dan rasanya aneh saja jika mereka langsung pacaran, ya kecuali jika keduanya memiliki perasaan yang sama. Tapi anehnya Amanda malah langsung menyukai Marc. Cinta pada pandangan pertama kah?, bisa jadi.
“Apakah kau besok ada waktu luang?,” Amanda menegang oleh pertanyaan Marc. Mungkinkah Marc akan mengajangnya berkencan?, sebaiknya jangan terlalu berharap Amanda karena kau besok juga ada janji. “Bagaimana ya besok aku ada janji bertemu dengan ayahku,” ujar Amanda sebari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tunggu dulu, apakah tingkah laku Amanda barusan wajar-wajar saja atau aneh?, ah Amanda jadi serba salah tingkah. Marc mengangguk-ngangguk, “oh begitu. Kalau lusa, bagaimana?.” Sebenernya juga lusa Amanda ada proyek lukisan yang harus dikerjakan. Apakah Amanda harus berbohong pada Marc agar dia bisa berkencan dengan Marc?. Saat Amanda akan memutuskan jawaban dari Marc, Marc mendahuluinya berbicara, “aku ingin memintakau untuk mometret saat aku bermain motorcross bersama Alex dan Rabat. Apakah lusa ada waktu?.”
Seketika saja bahu Amanda turun. Awalnya dia sudah deg-degan mendengar Marc bertanya tentang hari kosong yang dimilikinya. Dia menyangka Marc akan mengajaknya kencan atau apa, tapi ternyata malah meminta Amanda untuk memotret Marc dan teman-temannya yang sedang bermain motorcross. Ah dasar Marc Marquez sudah membuat Amanda GR.
“Kalau lusa?,” tanya Marc lagi, sebari tersenyum Amanda menjawab, “Aku sibuk mengerjakan proyekku Marc. Aku sedang mengerjakan sebuah lukisan.” Ekspresi wajah Marc berubah. Dia terliahat bangga, kaget dan senang. “Kau seorang pelukis?,” “masih amatir sih,” ujar Amanda merendahkan diri yang nyatanya lukisannya sudah mengikuti lomba disana-sini saat di Indonesia dan hasilnyapun lumayan membanggakan. “Dari dulu aku ingin sekali mempunyai seorang teman seorang pelukis, aku ingin dilukiskan,” ujar Marc sebari tertawa. Lihat saja Marc kejutan dari proyek lukisanku kali ini.
“Oiya,” ujar Marc sebari mengambil Smartphone sari saku jeannya. “Bolehkah aku meminta nomer hanphonemu?,” Amanda melongo menengarnya. Seriously? “Hey jangan bengong gitu,” ujar Marc menepuk punggung tangan Amanda. Amanda terperangah dan tawa Marcpun meledak. “Kau kenapa Amanda?, masih marah denganku?,” tanya Marc masih dengan tertawa. Amanda cepat-cepat menggelengkan kepalanya, dia sudah masa bodo dengan kejadian barusan. “Aku perhatikan sikapmu menjadi aneh begini, tidak selugas seperti biasanya. Apa makanannya kurang enak atau tempatnya kurang bagus?,” “tti..dak Marc aku baik-baik saja kok. Lihat aku masih selugas apa yang kau pikirkan,” ujar Amanda sebari merapatkan blezernya, “memang apa yang aku pikirkan tentang kau?,” walaupun itu candaan tapi membuat pipi Amanda memerah. “Aku hanya bercanda Amanda,” ujar Marc menghapus air matanya yang keluar karena tertawa. Segitunya kah Amanda sangat lucu dihadapan Marc?.
“Jadi?,” “jadi?,” tanya Amanda belum ‘konek’. Marc lagi-lagi tertawa dan pengunjung restoranpun sempat melihat Marc yang tertawa. “Jadi apa Marc?,” “ya ampun Amanda masa kau lupa. Bolehkah aku meminta nomer handphonemu?,” Amanda baru ‘ngeh’ dan membulatkan bibirnya. “Kau adalah gadis yang lucu, unik dan menyenangkan yang pernah aku temui Amanda,” Amanda hanya tersenyum dan memberikan nomer hanphonenya pada Marc. 

bersambung