Kamis, 05 Maret 2015

Fanfiction: 17 February


Sebenernya sih FF ini udah aku tulis lama sebelum Marc ulang tahun, cuman baru ke post sekarang  maklum udah masuk perkuliahan yang sebentar lagi aku bakal praktik ke rumah sakit dan sinyal di asrama sangat jelek :( dan bisa dibilang kalau FF ini tuh spesial ulang tahun Marc Marquez hehee... tenang kok, aku enggak bakal ngegantungin FF ini karena aku udah nulis semua cerita ini hehe.... semoga kalian suka yaa :*


Dedicated for my idols, Marc Marquez and Sasha Pieterse.

Los Angles, Amerika.

Dengan seriusnya gadis itu membaca artikel yang dimuat di internet melalui notebooknya. Gadis blonde itu sedang membaca artikel tentang hotel berbintang yang ada di Spanyol. Sementara temannya, Cara, sedang membaca majalah di kasur milik gadis blonde.

“Serius lo bakal ngadain birthday party di Spanyol?” tanya Cara sembari menutup majalah bersampul temannya tersebut.

Gadis blonde itu memutar kursinya. “Gua serius, kapan coba gua enggak serius?”

“But… why? kenapa harus Spanyol?"

Gadis blonde itu mengangkat bahunya dan kembali menatap layar notebook. Jari-jarinya menggerakan kursor untuk membuka halaman web baru dan mengetikan sebuah tempat.

“Gua pengen aja birthday party nya di adain di Spanyol. Di tambah lagi mereka punya pantai yang keren!” gadis blonde tersebut mengisyaratkan Cara untuk melihat apa yang sudah dicarinya di notebook. “Tada…. Ibiza Beach.”

“Yayaya  itu emang cool. Tapi emangnya enggak ada jadwal yang bakal ganggu lo selama birthday party?”

“Gua udah nyuruh manajer gua untuk ngebatalin semua janji yang kira-kira bakal ganggu urusan gua.”

Cara mengangguk-ngangguk dan memperbesar gambar pantai Ibiza. “Yaa sebagai temen yang baik gua ngedukung lo aja deh.”

-
-

Gadis blonde itu bernama Sasha Pieterse, dia adalah seorang aktris muda yang sedang melejit di Amerika. Untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 19, Sasha memutuskan untuk mengadakan birthday party di hotel berbintang yang ada di Spanyol. Sasha tidak memilik alasan yang spesifik kenapa dirinya memilik Negeri matador sebagai tempat birthday party nya.

“Kamu harus datang ke Spanyol, okey babe?” ucap Sasha dengan suara manjanya di telinga pacarnya, Sam.

“Tentu saja babe but, kenapa harus Spanyol?”

“Memangnya ada apa dengan Spanyol?”

Sam menatap pacarnya dan mencium pipinya. “Aku takut kau berpaling dengan cowok Spanyol.”

Sasha tertawa, “no way Sam.”

“Okey baguslah, berarti aku tidak perlu khawatir jika ada cowok Spanyol yang mendekatimu, karena kau sudah bilang tidak mungkin akan berpaling kepada mereka.”

Sasha tersenyum dan melanjutkan kembali menonton Twilight Saga dan mengeratkan pelukannya kepada Sam.

-
-

Spanyol.

“Mom, aku sudah bersar. Aku bisa mengurus pesta ulang tahun ku sendiri.” 

“Mom hanya ingin membantumu. Lagian tahun ini umurmu akan bertambah tua.”

Marc tertawa mendengar ocehan Mom nya, Roser. “Yang namanya ulang tahun itu pasti akan bertambah tua Mom.”

Roser mematikan kompor dan menatap putra sulungnya yang sedang duduk di meja makan. “Maksud ku adalah, kau akan genap berumur 22. Sementara kau belum mempunyai calon. Biarkan Mom mu ini mencarikan gadis untukmu, untuk itu Mom mengundang teman-teman Mom yang mempunyai anak perempuan untuk menjodohkannya denganmu.”

Marc mengelus-ngelus keningnya, seolah-olah dia merasakan pusing. “Kalau Mom melakukan itu, bisa-bisa acara ulangtahunku berubah menjadi acara perjodohan.”

-
-

Marc Marquez adalah seorang pembalap MotoGP yang karirinya sedang melejit. Dia tampan, kaya dan idaman bagi semua perempuan. Tapi, sayangnya dia belum mendapatkan calon yang tepat untuk mendampingi hidupnya. Mom nya yang kebelet ingin mempunyai cucu sudah menjodohkan putra sulungnya itu dengan banyak perempuan tapi, hasilnya nihil.

“Seriously, perjodohan lagi?” ucap Marc sembari melempar boneka basket kepada temannya, Titto.

Temannya itu hanya tertawa dan duduk di sofa dekat Marc.

“Mangkannya lo harus cari cewek sendiri kalau lo gamau di jodohin.”

Marc berdecak dan melirik jam yang melingkar di lengannya.

“Emang lo pengen cari cewek yang kayak gimana sih?” tanya Titto.

Marc mengangkat bahunya.

“Walaupun lo itu ganteng dan rajanya MotoGP tapi, gua saranin untuk enggak jual mahal sama cewek. Karena cewek mana sih yang mau sama cowok yang jual mahal,” ucap Titto mencoba menasihati temannya.

Marc beranjak dari duduknya dan menatap Titto. “Gua enggak jual mahal, Titto. Gua cuman belum nemu cewek yang tepat aja. Lagian, gua pengen ngerasain gimana rasanya suka duluan. Karena cewek yang suka duluan ke gua itu udah meanstream,” kekehnya.

Titto memukul Marc dengan bantal sofanya. “Itu namanya jual mahal.”

“Hahaha… don’t stress about girls Titto, mending sekarang lo ikut gua.”

“Kemana?”

“Ngurusuin acara ulang tahun gua. Lagian yang ulang tahun kan gua, bukan Mom gua.”

“Okey deh bro, sekalian refresingin mata gua buat liat cewek-cewek cantik disana.”

Marc tertawa, “terserah lo deh.”

-
-
 
Sasha sudah menginjakkan kakinya di Spanyol lebih tepatnya di Barcelona. Dia pergi kesini bersama managernya dan tentunya sahabatnya, Cara. Sebenarnya Sasha mengajak Sam untuk pergi bersamanya tetapi, ada pertandingan basket di kampusnya yang tidak bisa Sam tinggalkan.

“So, what we are doing here?” tanya Cara yang selesai mengganti kaosnya.

“Kita akan beli pernak-pernik ke La Rambla, kemudian ke hotel La Froz untuk memesan tempat disana,” ujarnya. Kemudian mengucir satu rambut blonde nya. “Gua seneng banget bisa pergi ke Negeri ini tapi, sayangnya Sam enggak bisa ikut bareng kita.”

“Tapi, dia bakal ke acara ulang tahun lo kan?”

“Iyalah, dia lagi ada pertandingan basket di kampusnya setelah itu dia bakal nyusul kesini. Oh My God, my life is so complete.”

Cara tersenyum mendengar ocehan sahabatanya tersebut, sebagai sahabat dia ikut senang.

Di La Rambla mereka membeli ini itu yang sekiranya lucu dan tidak bisa mereka temukan di Los Angles. Dan tentu saja mereka di kejutkan oleh penggemar Sasha yang meminta foto bareng dengannya. Sasha dengan manis nya melayani foto bareng dengan fansnya.

“Hallo my name is Titto Rabbat.”

Sasha menjabat lengan Titto. “Hi Titto.”

“Aku pernah menontonmu di serial Pretty Little Liars dan aktingmu itu bener-bener keren!”

“Waah terimakasih ya Titto,” ucap Sasha manis.

Cara yang berdiri di samping Sasha tertawa pelan. “Here you are, di deketin sama cowok Spanyol, cieee…” ucapnya berbisik.

“He is only my fans,” jawab Sasha dengan berbisik kembali.

Setelah Sasha berfoto bareng dengan Titto, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke Hotel La Froz untuk memesan tempat yang akan digunakan di hari ulangtahunnya.

“Kayaknya kita salah deh, harusnya kita kesini dulu lalu ke La Rambla,” ucap Cara yang menenteng banyak sekali barang belanjaan miliknya.

“No, gua enggak pernah salah memutuskan.”

Cara tertawa. “Ya kalau misalnya kita kesini duluan lo enggak bakal ketemu sama fans lo yang bernama Titto itu kan?”

Sasha melirik ke arah Cara, “what’s wrong with you? I told you, he is only my fans.”

Lagi-lagi Cara tertawa.

“Lagian gua udah punya Sam kan, Cara.”

-
-

“Stop saying that, Titto! Sepanjang jalan lo ngomongin artis itu, gua bosen.” Ucap Marc dengan matanya yang berkonstrasi pada jalan.

Seperti yang dikatakan oleh Marc, Titto mengoceh tentang idolanya yang dia temui di La Rambla di tambah dia memperlihatkan fotonya kepada Marc yang sedang menyetir.

“Lo rugi Marc enggak ikut gua ke kerumunan di La Rambla.”

Marc mengangkat halisnya. “Ruginya?”

“Yaa walaupun lo gatau dan belum pernah nonton filmnya Sasha Pieterse tapi, lo bakal suka sama artis Amerika ini. Dia itu masih muda dan sangat berbakat! Bayangin, dia kelahiran tahun 96 bro! Dan dia lebih cantik dari yang gua liat di TV! Dengan pake kaos, jaket dan skinny jeans dia keliatan sexy banget. Lo bener-bener rugi gak ikut bareng gua tadi.”

Marc hanya mengangguk-ngangguk mendengarkan cerocosan Titto. Lagian, cewek cantik dan sexy sudah tidak asing di matanya. 

“Thank’s bro udah ngajak gua hari ini,” ujar Titto sembari keluar dari mobil Marc.

“Yoa bro sama-sama.”

Kemudia dia menjalankan mobilnya kembali ke kediamannya.

-
-
“Gua harus ketemu sama orang ini dan ngebujuk orang ini supaya cancel in bookingannya,” ucap Sasha geram. Sasha menyerangkan semua barang belanjaannya kepada Cara dan memencet tombol panggil pada nomer yang telah diberikan resepsionis hotel La Froz.

“Seharusnya kita ajak Nani kesini supaya gua enggak usah berat-berat bawa barang belanjaan kita,” rengek Cara.

“Duh sorry banget ya Cara tapi, entar malem gua janji deh bakal bayarin lo makan. Sekarang gua mau ngurusin orang sialan yang udah rebut tempat gua.” Sasha memberikan isyarat kepada taxi yang melaju agar berhenti di dekatnya. 

“Shit! Enggak di angkat-angkat lagi!”

“Disini kan banyak tempat asyik bukan hotel itu aja Sasha,” Cara mencoba menenangkan temannya yang kesal tapi, seperti biasa hasilnya nihil. Sahabatnya itu sangatlah egois, tak peduli dengan kondisi orang lain. Jika dia menginginkan A maka dia harus mendapatkannya.

“Pokoknya gua mau tanggal 17 februari nanti gua yang pakai tempat ini, gua gamau acaranya di undur pokoknya harus hari H itu juga. Titik.”

Cara memutar bola matanya dan memasukan belanjaannya ke taxi.

“Serius lo bakal ngadepin orang ini sendirian? Ini Negara orang lain lho..”

“Gua serius, Cara.”

-
-

Marc memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya dan mengambil ponsel yang dia simpan di dasbor mobilnya. Dia tau kalau nada I’m Yours dari Jason Miraz beberapa kali terdengar. Tapi, dia malas untuk mengangkat teleponnya, lelaki itu malah menyanyikan lagu nada deringnya.

“Nomer tak dikenal,” gumamnya melihat layar ponselnya. Dengan tiba-tiba saja nomer tak dikenal itu memanggil kembali. 

“Tak patah semangat nih orang,” ucap Marc sembari memencet tombol terima dan menempelkannya di telinga.

“Si, saya dengan Marc Marquez Alenta. Ini dengan siapa?”


bersambung.....

Jumat, 20 Februari 2015

Amazing Age!

Gua seneng banget ketika umur gua udah 18 tahun! Enggk tau deh, rasanya seneng aja ninggalinn si sweet 17 hahaha... disaat orang lain excited dengan umur sweet itu dan enggak ingin grow up ehh... gua malah seneng pindah ke umur 18 tahun. Menurut gua 18 tahun itu adalah umur yang sangat amazing.

Kenapa gua bisa bilang begitu? karena, umur 18 tahun adalah umur yang mencerminkan seseorang bahwa orang itu sudah dewasa dan boleh melakukan hal-hal dewasa. Walaupun 19 tahun dan 20 tahun juga dipandang dewasa tetapi, gua enggak mau pindah dari umur 18 rasanya ingin selamanya 18 tahun ahahahaaa!! karena apa? 18 tahun itu pertengahan anatara dewasa dan remaja. Maka dari itu gua seneng banget sama umur gua yang sekarang.

Terus, udah buat apa aja nih di umur yang katanya amazing ini? belum sih, haaaaa sedih :( belum ngelakuin hal-hal yang berguna. Hmm sebenernya ada sih tantangan dari asrama untuk umur gua yang ke 18 ini, yaaa mudah-mudahan gua bisa ngasih kenangan yang amazing dengan acara asrama tersebut di umur gua yang amazing ini haha....

Nah... untuk kalian-kalian nih yang umurnya bertambah, coba renungin hal apa yang udah kalian lakuin di umur kalian yang baru ini? Misal sweet 17, nah kalian harus ngelakuin hal-hal sweet untuk orang yang kalian sayangi atau yaa enggak pas sweet 17 juga kalian ngelakuin hal-hal yang berguna buat orang lain terutama buat kalian. Inget guys, kita harus rubang mind kita bahwa kita melakukan itu bukan untuk orang lain tetapi, untuk diri kita sendiri. 


Gua enggak maksud ngajarin karena gua sendiri bukan guru tetapi calon bidan gaholz ahahaa dan juga kalian semua bukan murid, ya gua cuman ngasih saran dan menulis apa yang ada di dalam pikiran gua lewat uraian kali ini. 

Well, buat umur yang bertambah setiap tahunnya berarti tindakan yang bermanfaat pun harus bertambah. Yaaa anggep aja tindakan yang bermanfaat itu sebagai hadiah ulang tahun kalian semua untuk diri kalian sendiri.


Selasa, 20 Januari 2015

Tips Bermain Futsal untuk Cewek

Olahraga apa yang paling seru? Okeylah semua olahraga itu seru. Lalu, olahraga apa yang kalau di siarin di TV sampai seluruh penjuru dunia menontonnya? Yups, sepak bola. Tapi, kita akan perkecil dulu sepak bola itu. Dan…. Jadilah futsal hehe :D

Untuk cowok futsal udah biasa. Maennya pun udah okeylah, passingnya pun sudah kayak CR7 yaaa… tapi, gimana kalau cewek yang main? Seru? Banget! Teriak-teriakan? Iya! Penontonnya tapiii hahaa… bola kesini, pada ikut kesini. 

Okey lah cerita dikit aja, aku itu baru (kalah) dari pertandingan futsal yang di adain oleh kampus aku. Udah babak semi final sih, tapi kita gak lolos, hah! Sedih :(. Jadi gini, kelas aku tuh ngirimin dua tim dan dua-duanya lolos ke semi final. Masing-masing dari kita mempunyai lawan yang berat. Cuman, kalau kata kita sih lawan yang berat banget itu futsal tim B, kalau tim aku sih yaa…. Gampang lah walaupun akhirnya kalah :(


Ini Tim Futsal Bidan B akan bertanding

Jangan lupa atur strategi dulu dong yang tentunya ada coach nya

Pemanasan dulu biar gak panik
Nah… sekarang aku mau bagi-bagi tips aja yaa tentang futsal cewek, ini dari pengalamku.

1.      Kudu harus wajib latihan. Aku percaya kalau perjuangan itu enggak akan ngekhianatin kita. Toh, ada pepatah yang bilang “asalkan bermandi keringat dan jangan sampai bermandikan darah” yaa kurang lebih seperti itu lah. Latihannya ya cukup seminggu tiga kali atau terserah kita. Kalalu tim aku sih antara seminggu 2-3 kali. Latihannya 2-3 jam. 

2.       Belajar passing. Suka liat kan ya di TV yang si A ngoper ke B terus sebaliknya. Nah itu namanya passing. Kalau kurang jelas mending nanya ke mbah google hehe… passing ini penting banget buat maen, kalau kita gak belajar passing yaaa kita ngoper gimana? Mau pake shootingan? Bukan pada tempatnya. Ohiya, ngelakuin passing itu kakinya dimiringkan. Yaa pokoknya gitu deh, suka liat yang maen futsal kan? Nah kayak gitu. Terus kalau kita nerima passing, nerimanya pake sol. Gak kebayang? Yaaa kayak gitu deh hehee._. yang maen futsal kek gimana, nah kayak gitu. Lapangannya di bagi setengah, terus setiap anggota diem di sudut 4 itu. Terus lakuin deh passing. Kalau kita sih latihannya gitu.

3.       Atur shooting. Ini diperuntukan cewek-cewek yang biasa futsal. Shootingnya jangan kenceng-kenceng, jangan jleger kayak petir. Kalau bola udah di kaki kita, bawa dikit, control bolanya terus shooting.

4.       Jangan egois. Nah ini nih yang lebih penting! Tujuan utama kita pastilah menang, enggak peduli siapa yang masukin, yang penting kita menang. Jadi, jangan merasa dirinya lebih jago dari oranglain jadinya suka bawa bola sendiri. Futsal itu bukan permainan individu tapi, permainan kelompok.

5.       Jangan lupa berdoa. Ini yang penting bingo! Sebelum futsal jangan lupa berdoa, memohon ke Yang Maha Kuasa agar dipermudah membuat gold an jangan sampai kebobolan hehe…
6.       Pemanasan. Penting juga. Pengalaman ya, kalau pemanasannya itu gak bener ntar paha kalian sakit. Soalnya aku juga gitu hahaa… perbanyak pemanasan di kaki yaaa… dan kalau udah tanding jangan lupa pendinginan.

7.       Atur emosi. Nah ini gua bangeeettzz! Curhat dikit yaa.. posisi aku itu jadi bek, ditugasin buat jagain pemain no 23. Aku itu bukannya ngelepasin dia ya, soalnya kalau aku jagain dia ada no 20 yang enggak di jagain. Kan aku bingung yaa.. dan begongya aku malah jagain no 20. Pedahal pas latihan itu di kasih tau sama pelatihku kalau otak dari permainannya itu di no 23. Pas briving juga di ingetin “inget sin, jaga no 23.” Shit lah, sampe sekarang nyesel L well, dari tips yang satu ini kalian enggak boleh bilang kasar yaa.. bilang kasar ke dengeran sama wasit bisa-bisa kartu kuning. Dan biasanya kalau lawan kita ngeliat kita emosi itu seneng, ke pancing emosinya gitu deh, nah mereka itu tuh seneng dan yang emosi mainnya di jamin enggak akan bener. Pengalaman.


8.       Punya lawan satu-satu. Kita punya lawan satu-satu dan juga kita harus sabar, terutama jadi bek, pengalaman. Jangan maju, kecuali kalau kita nyerang. Kalau bisa, simpen bek satu orang yang paling kuat di belakang. Dan juga kita tempelin satu-satu lawannya, di belakang atur jarak jangan terlalu jauh.

Mungkin segitu kali yaa tips dari aku. Tips ini di ambil dari pengalaman. Pokoknya enggak ada salahnya cewek itu maen futsal, toh bisa membakar lemak juga kan, belajar lari juga hehe… ohiya, kita itu harus percaya feeling. Pengalaman aja sih yaa.. pas menang itu feeling nya deg-degan, jangankan pas pemanasan udah di lapangan aja masih deg-degan. Tapi, kalau feeling nya flat. Eum… kemungkinan bakal enggak menang. Bukannya nyumpahin atau gimana yaa.. kalian percaya feeling kan? Nah…


Yang terpenting dari semua tips adalah, harus kuat fisik dan MENTAL. Siap kalah dan juga siap menang. untuk penjaga gawang, siapkan mental Anda!

Senin, 15 Desember 2014

Cerpen: Bidadari dari Neraka karya Sindi Primi Pujiyanti

Hallo guys gimana kabarnya? hehee lama ya saya tidak memposting apapun di blog ini. Daripada sepi tak berpenghuni gitu di blog ini jadi, saya memposting cerpen buatan saya. Okey deh selamat membaca :* semoga kalian senang {} hihiii...

Bidadari dari Neraka

Lisa menggigit bibir bawahnya. Tenggorokannya tercekat, matanya panas dan hatinya nyeri. Tuhan, apakah salah dia bekerja sebagai wanita pemuas nafsu birahi? Dan juga, apakah salah wanita seperti dia mencintai seseorang?
                                                                        *****
Wanita itu menghitung rupiah yang terdapat di amplop coklat. Setelah melakukan pekerjannya di atas kasur dan memakai kembali pakaiannya, wanita itu langsung menghitung rupiah yang terdapat di dalam amplop cokelat tersebut.

“Akhirnya aku bisa membeli lingerie Victoria’s Secret,” ujar wanita tersebut memeluk uangnya.

“Kamu ingin itu?”

Wanita itupun menoleh dan tersenyum.

“kenapa tidak bilang kepadaku? Aku bisa membelinya untukmu.”

“Benarkah?”

Pria itupun bangkit dan duduk sila menghadap wanita berambut ikal tersebut.

“Ya benar Lisa. Apa sih yang tidak buat kamu cantik..”

Wanita itupun terkekeh.

“Cintamu pada ku Roy.”

“Tenang aku akan menceraikan istriku nanti.”

Lisa –nama wanita itu- menggeleng. Dia beranjak dari kasur dan menatap Roy dengan tatapan sedih.
“Aku hanya bercanda kok Roy. Lagian aku kan hanya wanita jalang.” Ada nada ketidaksukaan saat Lisa mengatakan Wanita Jalang. Tapi kenapa harus tidak suka? Toh itukan profesinya.

                                                                        *****
Malam hari ini sangat dingin, tapi tak mengurungkan niat Andre untuk keluar dari rumah tunangannya yang sudah tidak hangat lagi. Setelah dia melihat tunangannya itu berciuman dengan seorang lelaki lain, hatinya sesak, kurang apa dia sampai-sampai tunangannya melakukan itu?

“Sialan!” ujarnya sebari menambah kecepatan mobilnya. Untungnya jalan sudah agak sepi, maklum lah ini sudah hampir tengah malam.

Jari-jari kekar miliknya meraba-raba radio, dia butuh pelampiasan. Mungkin dengan mendengarkan lagu-lagu yang diputar di radio bisa saja sakitnya terobati, walaupun sedikit. Tapi sakitnya itu malih makin dalam. Walaupun dia seorang lelaki yang gagah, tapi saat-saat seperti ini air matanya bisa meluluh lantahkan ke gagahannya. Ya, Andre menangis.

“Sialan!!!!” ujarnya kembali. Kali ini sambil mematikan radio dan memukul-mukul stir kemudi. Lagunya terlalu mellow. Rupanya Andre tidak sedang ingin mendengarkan lagu mellow. Dia butuh sesuatu yang membuat dirinya senang dan bahagia.

Dan ketika dia menghapus air matanya, mata bulatnya menangkap tempat yang telah lama ia tidak kunjungi. Café malam. Sudah berapa lama Andre tidak kesitu? Mungkin telah 2 tahun lelaki itu tidak pergi ke tempat tersebut. terakhir kali ia ke situ saat pacarnya memutuskannya dan lebih memilih temannya ketibang dirinya. lagi-lagi dia bertanya, kurang apa dirinya sehingga sudah 2 kali seorang wanita menyakitinya. Andre adalah seorang pimpinan perusahaan –walaupun perusahaan warisan-, dia orang berpengaruh dikotanya, tampan dan memiliki pendidikan yang luas. Apakah itu kurang?
Lelaki itupun memutuskan tekadnya untuk memutar stir dan masuk ke Café malam.

                                                                        *****
Wanita bertubuh semampai itu tampak kacau. Beberapa kali dia berjalan mondar-mandir di ruang tamunya. Belum lagi bibirnya yang kumat-kamit memancarkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tangannya pun tak ketinggalan, jari-jari lentiknya dengan cekatan memijit tombol panggil kepada nomer tunangannya, Andre.

“Sudahlah jangan khawatir, dia pasti pulang ke rumahnya.”

Wanita itu berhenti dan melotot pada pria yang duduk di sofanya.

“Kau bilang apa? Jangan khawatir? Ya Tuhan.. dia itu tunanganku! Aku takut dia kenapa-kenapa, teleponnya tidak di angkat dan ini sudah malam.”

Pria itu berdecak.

“Telepon saja orangtuanya.”

“Bicaramu sangat enteng sekali. Jika aku menelepon orangtuanya dan mereka bertanya balik kepadaku seperti ada-apa-dengan-kalian, aku harus jawab apa?”

Wanita itu menggigit bibir bawahnya dan melihat kilauan berlian yang dipasang di jari manisnya. Dia sangat senang saat Andre memberikan cincin berlian 4 karat ini. Dia juga sangat bahagia sebentar lagi ia bisa menjadi salah satu bagian dari keluarga Handoko yang super duper kaya itu dan maka dari itu dengan kejadian ini dia sangat khawatir jika Andre meninggalkannya.

“Ayolah Sarah lying saja.” Pria botak itu pun merentangkan tangannya dan memeberikan isyarat pada Sarah untuk masuk ke dalam pelukannya.

Sarah tak memperdulikan rentangan pria tersebut. dia menghela napas. Andai saja Doni tidak mengunjunginya, andai saja Doni tidak menciumnya, ah andai andai dan andai…

“Sebaiknya kau pergi saja Doni.”

Doni beranjak. “Kenapa?”

“Aku mau tidur.” Jawab Sarah lelah.

Doni tertawa. “Kenapa kita tidak tidur bersama saja?”

Pleasee Don aku itu tunangannya Andre dan kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa!”

                                                                        *****  
Pagi hari itu Lisa bangun pagi-pagi. Teman-teman satu profesinya masih tertidur pulas. Lisa wanita 25 tahun yang memiliki paras seperti bidadari itu mengambil ponsel. Ia pun mulai membeli lingerie dari brand ternama lewat internet.

Setelah selesai melakukan pembelian, wanita itu keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Dia mengambil air putih dan mulai melakukan peregangan.

Rencana hari ini kemana ya? 

“Shoping lagi? Ah bosen.” Gumamnya. 

Dan keputusanpun telah di ambil. Dia akan jalan-jalan sekitar rumah bordil.

                                                                        *****
Andre tertidur di meja Café malam yang telah dikunjunginya. Para bantender sudah membujuk Andre untuk pulang, tapi dia memaksa untuk bermalam di situ. Dia juga memberikan tip agar para bantender itu tidak berbicara kembali.

Sudah berapa banyak Andre meminum alcohol tadi malam? Entahlah dia tidak mengingatnya, yang penting Andre bisa melupakan kejadian malam tadi dan bersenang-senang.

“Siapa dia?” tunjuk seorang wanita kepada salah satu bantender.

“Oh dia pengunjung yang memaksa untuk bermalam disini.”

Wanita itu mengangguk dan menghampiri Andre yang tertidur pulas di sofa.

Dia tampan. Begitulah kesan pertama saat wanita tersebut melihat Andre. Wanita itu menepuk-nepuk pipi Andre dan dengan perlahan Andre terbangun.

Andre mengerjap-ngerjap, ia belum bisa focus pada pandangannya. Dia beberapa kali mengucek-ngucek matanya, bukan karena penglihatannya belum bisa focus, setelah penglihatannya focus pun dia masih mengucek-ngucek.

Aku ada dimana? Apakah aku ada di Surga? Apakah wanita didepanku ini adalah bidadari?

Wanita itu mengisyaratkan salah satu bantender untuk membawakan teh hangat untuk Andre.

“Kenapa kau bermalam disini?” tanya wanita tersebut duduk di sebelah Andre.

Andre mengangkat wajahnya dan menyeringai saat melihat wajah wanita yang seperti bidadari itu.
Wanita itu mengkerutkan keningnya. “Kenapa?”

“Apakah kau bidadari yang turun dari Surga? Parasmu sangat cantik.” Andre pun mengangkat lengan wanita itu dan menciumnya.

Wanita itu tersenyum. “Aku hanya seorang manusia.”

Andre terkekeh. “Tapi kau sangat cantik. Siapa namau?”

Wanita itu tersenyum kembali dan menyodorkan teh hangat yang telah di bawakan salah satu bantender.

“Lisa. Kau?”

“Andre.”

                                                                        *****
Suatu pertemuan memang selalu ada tujuannya. Tapi kadang kita tidak tau apa tujuan dibalik sebuah pertemuan ataupun alasan dibalik semua itu. Walaupun kita tau jawabannya, mungkin itu tidak sepenuhnya benar.

Semenjak pertemuannya di Café. Lisa dan Andre menjadi akrab. Mereka sering jalan bersama dan tak jarang menghabiskan malam di apartemen mewah milik Andre. Sepertinya mereka saling tergila-gila satu sama lain.

Andre tidak peduli lagi dengan tunangannya. Walaupun Sarah sering datang ke kantornya untuk meminta maaf tetap saja Andre mengacuhkannya, pintu maafnya sudah tertutup untuk wanita yang telah menyakitinya. Tetapi bukan berarti Andre memutuskan tunangannya itu, dia tidak ingin mengecewakan orangtuanya. Ya, Sarah adalah wanita pilihan orangtuanya. 

“Malam ini kita mau kemana? Atau malam ini kau sibuk?” tanya Lisa membuyarkan lamunan Andre.
Rupanya dia telah mengacuhkan wanita cantik disebelahnya. Andre menatap Lisa dan tersenyum.

“Kita ke tempat mu saja ya?”

Lisa mengkerutkan keningnya.

“Kenapa Lisa sayang?”

“Aku takut teman-temanku menyukaimu.”

Andre tertawa dan mengelus-ngelus rambut Lisa. “Mana mungkin aku bisa berpaling darimu Lisa sayang. Paras mu itu bagaikan bidadari dan karena itu aku tergila-gila padamu.”

Lisa tersenyum malu.

“Apakah kau selalu berkata seperti itu kepada wanita yang berparas cantik? Memanggilnya bidadari?”

Andre menggelengkan kepalanya cepat. “Tidak. Kau yang pertama dipanggil seperti itu.”

Lisa tertawa. Dia sangat bahagia dan dia jatuh cinta kepada orang dihadapannya. Walaupun dia sudah beberapa kali bertemu dengan pria tampan dan kaya, tapi baru kali ini dia menjatuhkan hatinya kepada pria seperti itu. 

Ya, Andre berbeda. Dia sangat menghormati Lisa. Walaupun Andre mengetahui profesi Lisa tapi dia tidak pernah meminta “itu” kepada Lisa.

“Okey. Datang saja ketempat ku.” Ujar Lisa.

Andrepun tersenyum dan mulai menjalankan mobilnya.

                                                                        *****
Jika kau mempunyai penglihatan super mungkin kau bisa melihat api yang berkobar di sekeliling Sarah. Wanita itu sangat marah. Dia melihat tunangannya berjalan-jalan di mall dengan seorang wanita, karena penasaran dengan siapa Andre pergi diapun mengikuti mereka. Dan sampailah mereka di rumah bordil. 

Sialan! 

Ternyata Andre bermain api di belakangnya. Tapi, bagaimana dengan dirinya? bukannya dia yang memulai perang kecemburuan ini? tidak, dia hanya tak sengaja mencium Doni, lagian dia mencium pria baik-baik sedangkan Andre? Dia pergi bersama seorang wanita jalang! 

Setelah melihat mobil Andre menghilang dari rumah bordil itu, Sarah keluar dari mobilnya dan bergegas masuk ke rumah bordil. Dia ingin memberi pelajaran kepada wanita jalang itu.

“Hey kau!” teriak Sarah. orang-orang yang ada disekitarnyapun menglihat Sarah dengan tatapan bingung. 

“Hey kau yang memakai kemeja putih!” sekali lagi Sarah teriak dan kali ini Lisa berhenti dan memutar tubuhnya.

Lisa mengangkat halisnya. “Siapa ya?”

Sarah berjalan dengan langkah besar dan melayangkan tamparan di wajah cantik Lisa. Semua orang yang ada disitu terkejut, sontak saja Lisa membalas tamparan Sarah dengan tamparan yang sama kerasnya.

“Awww,” ringis Sarah.

“Dasar wanita aneh!” ujar Lisa. Dia tidak takut kepada wanita ini. sebenarnya dia tidak pernah takut kepada siapa-siapa, dia mengharuskan dirinya untuk tidak takut. Menurutnya ketakutan hanya membuat dirinya tak berdaya.

Lisa menggemgam lengan Sarah sekuat tenaga dan menarik Sarah agar keluar dari rumah bordil tersebut. 

Setelah mereka keluar Lisa melepaskan Sarah dan memperingatkannya untuk tidak membuat keributan di tempatnya.

“Dasar wanita jalang!” teriak Sarah.

Lisa hanya tertawa sumbang mendengarnya. Iya memang dia wanita jalang, memangnya kenapa?
Sarah menunjuk-nunjuk Lisa dengan amarah bergejolak. “Dengar ya wanita jalang, jangan sekali-kali kau menggoda tunanganku!”

Lisa mengkerutkan keningnya. Maksudnya apa?
 
“Maksudmu?”

Dan kali ini Sarah lah yang tertawa. “Dasar jalang! Pria yang barusan mengantarkan pulangmu adalah tunanganku! Andre!”

Lisa kaget. Andre telah bertunangan? Kenapa pria itu tidak memberitaunya. 

Sarah tertawa kembali. “Jadi siapa yang sekarang tertawa, huh?”

Lisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak percaya bahwa orang yang dicintainya telah dimiliki oleh oranglain.

Seolah menjawab ketidak tahuan Lisa, Sarah mengangkat jari yang dihiasi cincin berlian 4 karatnya. “Ini buktinya jika kau menginginkan bukti. Atau jika kau masih tak percaya kau bisa menanyakan itu kepada Andre!”

Lisa terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa. Sungguh, sekarang adalah kali pertama Lisa diperlakukan hina oleh pasangan dari kliennya, tunggu dulu.. Andre bukan kliennya. Pria itu adalah orang yang dicintai Lisa yang telah dimiliki oleh oranglain.

“Ingat ya wanita jalang!” tuntut Sarah kepada Lisa. “Jangan kau goda lagi Andre. Dia tunanganku dan kami akan menikah serta hidup bahagia! Dan jika kau butuh uang untuk menggantikannya,” Sarah mengambil dompetnya dan melempar rupiah sebanyak-banyak tepat di wajah cantik Lisa.

“Ini pungut saja! wanita seperti mu itu hanya pantas mendapatkan itu!” 

Lisa menggigit bibir bawahnya. Tenggorokannya tercekat, matanya panas dan hatinya nyeri. Tuhan, apakah salah dia bekerja sebagai wanita pemuas nafsu birahi? Dan juga, apakah salah wanita seperti dia mencintai seseorang?

Sementara disisi lain, Sarah tertawa puas melihat wanita dihadapannya. Ya dia berhasil memberikan pelajaran kepada wanita itu.

                                                                        *****
Jam telah menunjukan pukul 8 malam dan Andre sudah mengenakan setelan jas dengan rapih. Dia akan bertemu dengan pujaan hatinya, Lisa. Dia pun tak henti-hentinya bernyanyi dan tertawa sendiri tapi, semuanya berubah saat Andre membuka pintu apartemen dan mendapati seseorang berdiri di depan pintunya.

“Sarah,” ujar Andre kaget.

“Mau apa kau ke sini?”

Sarah tak mengacuhkannya, dia menyerobot masuk dan duduk di sofa. Tangannya di silangkan dan menatap Andre dengan tatapan marah.

“Well, aku akan pergi mungkin aku pulang besok. Jika kau tak keberatan lebih baik kau pulang saja daripada sendirian disini.”

Sarah berdecak. “Kau jahat! Aku benci kepadamu!” dan bulir-bulir air matapun berjatuhan di pipi Sarah.

Andre menghela napas. Kenapa dengan tunangannya ini? 

“Kau kenapa?” tanya Andre menghampiri Sarah.

Sarah mendongakan kepalanya dan menggemgam lengan Andre. “Kau…mencintaiku kan?”

Andre mengangkat halisnya. 

“Jawab Andre!”

“Iya,” ada keraguan dari kalimat yang dikeluarkan Ander. Dia memang mencintai Sarah, tapi dia juga menyukai Lisa. Tidak mungkin kan seseorang menyukai dua orang sekaligus.

“Kalau begitu, berjanjilah kepadaku kalau kau akan menikahiku.”

“Kau ini kenapa Sarah?”

“Berjanjilah!” tuntut Sarah.

Andre mengangguk ragu.

“Ya aku berjanji.”

Sarah tersenyum dan menghapus air matanya.

“Pernikahan kita akan berlangsung tiga hari lagi Andre. Aku sudah berbicara kepadamu mamah mu dan beliau menyutujuinya.”

Andre membelalakan matanya. “Apa katamu? Bukannya bulan depan kita akan menikah?”

“Kau bilang kau mencintaiku?”

“Tapi bukan berarti pernikahan kita dipajukan Sarah. Apa kau sudah gila? Tiga hari lagi? Yang benar saja!”

Andre pun bangkit dan memutar kenop pintu.

“Kau kan sudah berjanji Andre!”

Andre membalikan badannya dan menatap tunangannya yang cantik itu. Ya Sarah memang tidak kalah cantik dengan Lisa, tapi ini bukan soal kecantikan, ini soal hati yang memilih. Ah mengapa dirinya harus menikah dengan wanita itu.

“Aku pergi dulu.” Ujar Andre meninggalkan Sarah.

                                                                        *****
Setelah tunangan Andre menemuinya, Lisa tampak sering melamun. Dia juga tidak keluar kamar, dia berdiam diri dan juga menyalahkan hatinya karena hatinya itu telah menyukai Andre. 

“Lisa ada seseorang ingin menemuimu.”

“Sudah kubilang malam ini aku off,” jawabnya. Dia hanya ingin sendiri dan menenangkan pikiran.

“Lisa ini aku.” ucap suara yang membuat Lisa beranjak dari kasurnya. Dia terduduk di kasur dan menatap pintu yang tertutup.

“Buka pintunya sayang, biarkan aku masuk.” 

Sayang? Apakah pria itu tidak menyadari posisinya sekarang? dia telah bertunangan! Dan tunangannya telah memperingatkan Lisa untuk tidak mendekatinya. Ya ampun ternyata semua pria itu sama saja.

“Pergilah,” ujar Lisa dengan suara serak.

“Kenapa?”

Lisa terdiam. Dia bangkit dari kasurnya dan membuka pintu untuk Andre. Setelah Andre masuk dia menatap Lisa dengan tatapan khawatir.

“Kamu kenapa?”

Lisa menggeleng.

“Kamu kenapa?!” kali ini dengan suara ditinggikan.
 
Lisa terduduk dan menatap bayangannya di cermin riasnya.

“Kau.. apakah kau sudah bertunangan?”

Andre mengkerutkan keningnya. 

“Memangnya kenapa?”

“Jawab saja Andre.”
“Iya aku memang sudah bertunangan.”

Lisa tertawa sumbang dan memutar tubuhnya untuk menatap Andre. “Sudah kuduga.”

“Tapi kita bisa kawin lari Lisa.”

“Apa? Kau gila ya? Apa kata keluargamu jika kau menikah dengan wanita jalang seperti ku.”

“Memangnya kenapa? jika kita saling mencintai menurutku itu sah-sah saja.”

Lisa berdecak. Andre terlalu menganggap enteng situasi ini.

“Sebaiknya kita tidak pernah bertemu lagi. Lagi pula kau akan menikahkan?”

“Kenapa kau berbicara seperti itu? apakah Sarah tadi kesini?”

“Iya tadi tunanganmu kesini dan menyadarkanku bahwa aku telah salah jatuh kepada seseorang yang salah!.”

Andre menggelengkan kepalanya. Dan kali ini dia sangat sangat marah kepada Sarah.

“Pergilah. Berbahagialah dengan wanita yang bernama Sarah itu.”

Dan saat bersamaan seorang bodyguard muncul untuk mengusir Andre keluar.

“Sebentar,” ujarnya melepaskan lengan-lengan bodyguard. 

“Asal kau tau saja, aku sangat mencintaimu Lisa!”

Lisa mengalihkan pandangannya, dia tidak berani menatap mata Andre lagi, karena kenapa? dia juga mencintai pria itu.
                                                                        *****
Seminggu berlalu. Andre dan Sarah telah bertunangan. Pernikahan mereka sangat mewah, mereka juga terlihat bahagia. Mungkin jika kau orang awam kau pasti akan berkata seperti itu, tapi nyatanya Andre tidak bahagia. Walaupun tubuhnya disini tapi hatinya melalang buana mencari hati yang dimiliki oleh seorang wanita yang bernama Lisa. 

Sementara Lisa. Dia tertawa-tawa dengan para kliennya, walaupun dalam hati dia menangis. Dia juga sering melamun. Dan memori nya sering memutar masa-masa saat dirinya bersama Andre. Ah Andre, Lisa merindukanmu tapi sayangnya kau telah menjadi milik oranglain.


Subang, 30 Mei 2014
 dipagi hari yang cerah.