Rabu, 23 Juli 2014

Just The Way You Are #11 (fanfiction)




ini cuman fiksi yaa :) selamat membaca :*


I’m Standing Here Watching You Crying
 

Maria dengan cekatan menata rambut Amanda dengan model gaya Messy Up-do. Riasan wajah yang Maria poles pada wajah Amanda tidak terlalu berlebihan. Sepertinya selain pintar di bidang tata boga, wanita paruh baya itu juga pintar dalam bidang tata rias.

“Wah kelihatannya seperti bukan aku,” ujar Amanda melihat pantulan dirinya dalam cermin di kamarnya.

Maria menghampiri Amanda tersenyum. “Kau sangat cantik Amanda. Kau bagaikan Dewi Yunani!”

Masih sambil memandangi pantulannya di cermin Amanda mengibaskan lengannya. “Kau terlalu berlebihan Maria. Aku ini biasa saja kok. Mungkin ini efek dari riasan mu, jadi aku terlihat seperti Dewi Yunani. Wah.. terimakasih ya Maria.” Amanda membalikan badannya dan memeluk Maria.

“Kau ini terlalu merendah, sayang. Riasanku ini biasa saja kok. Kau ini memang cantik, tanpa riasan saja kau sudah cantik apalagi memakai riasan.” Maria melepaskan pelukan Amanda dan meniup kening gadis itu yang berkeringat sedikit.

“Kira-kira Marc suka tidak ya dengan hadiah dariku ini?” Tanya Amanda tiba-tiba.

“Pasti suka, sayang. Lukisan mu itu sama bagusnya dengan lukisan Picaso.” 

Amanda tersenyum dan mengambil lukisan yang sudah di bungkus itu. Gadis itu keluar rumah dengan anggunnya. Tapi sayang ke anggunan itu harus hilang saat mendapati ayahnya, Gerardo ada di depan pintu hendak memencet bel rumah.

“Ayah?” Tanya Amanda kaget.

Gerardo melihat penampilan putrinya dari atas sampai bawah dan melihat sebuah kado yang Amanda pegang di lengan kirinya. “Mau kemana Amanda?”

Amanda hendak menjawab pertanyaan Gerardo tetapi ia hentikan lantaran Maria memanggilnya.

Wanita itu menghampiri Amanda. “Sayang, tadi ada telepon dari Alex Marquez, katanya apakah dia boleh menjemput mu atau tidak.”

“Marquez? Kamu mau pergi ke kediaman Marquez?” Tanya Gerardo dengan nada tak percaya. Jelas-jelas Amanda telah disakiti oleh anak sulung keluarga Marquez, tapi anehnya putrinya itu masih ingin menemui Marc. Gerardo tak mengerti tentang putrinya ini.

Amanda menunduk. Semenjak ia meminta pulang ke Indonesia, Gerado menduga bahwa Marc telah menyakiti hatinya. Kemudian dugaan itu benar ketika Gerardo menanyakan apakah ini ada hubungannya dengan Marc atau tidak, putrinya itu mengangguk pelan walau pun ia menambahkan kata “tapi” dalam jawabannya.

“Tapi Marc tidak sepenuhnya salah,” begitulah jawabnya.

Dari situ Gerardo memperingati Amanda untuk tidak dekat-dekat dengan anak sulung keluarga Marquez atau pun anak bungsungnya. Saat itu hati Amanda sedang nyeri nyeri nya dengan Marc, serta rasa benci pun muncul dari hati gadis blasteran Spanyol-Indonesia tersebut. Maka waktu itu Amanda berjanji untuk tidak dekat-dekat lagi dengan keluarga Marquez. 

“Oh ya ampun Amanda. Adakah kegiatan yang lebih bermanfaat ketibang pergi ke kediaman Marquez? Misalnya melukis? Atau aku akan mengajakmu jalan-jalan keliling kota Barcelona.” Ujar Gerardo sebari menghela napas.

Maria yang berdiri tak jauh dari  Amanda mengerti keinginan gadis itu. “Maaf kalau saya lancang. Tapi, izinkan Amanda untuk pergi ke kediaman Marquez. Ini untuk yang terakhir kalinya.” 

Amanda menatap Maria tersenyum kemudian beralih menatap Gerardo dengan tatapan memohon.

Gerardo menghela napas dan mengizinkan Amanda untuk pergi ke kediaman Marquez asalkan dirinyalah yang mengantar Amanda.

“Terimakasih ayah,” ujar Amanda memeluk Gerardo. Gadis itu melepas pelukannya dan menatap Maria.

“Terimakasih Maria. Tanpa kau mungkin aku tidak bias pergi. Terimakasih sekali,” ujarnya sebari berbisik.

“Sama-sama, sayang.”

“Oh iya, mau kah kau tinggal dulu disini? Atau kau menginap saja disini Maria, bagaimana?”

“Boleh saja.” Ujarnya.            

                                                                        *****
Saat di perjalan, Gerardo bertanya kepada Amanda, gambar apa yang ada di balik kanvas yang sudah di bungkus itu. 

“Ini gambar Marc,” jawab Amanda dengan malu-malu.

“Kau sangat menyukai Marc?” Tanya Gerardo.

“Yaa..” jawab Amanda dengan suara parau.

Gerardo menghela napas dan kembali menatap jalanan. Ternyata putrinya ini sangat menyukai pembalap playboy itu.

Amanda menatap pemandangan yang bisa dilihat dari jendela mobil dan pertanyaan berkecamuk di pikirannya. Memangnya salah kalau dia menyukai Marc? Gadis itu menghela napas dan teringat akan Ibunya, Lina. 

Ibu, kita sama. Hati kita sudah di tawan oleh lelaki Spanyol. Gumam Amanda dalam hati. Gadis itu menghela napas dan melihat ke arah Gerardo yang sedang focus menyetir.

“Memangnya kenapa kalau aku menyukai Marc?” Amanda kaget dengan pertanyaan yang baru keluar dari mulutnya itu.

Gerardo menatap Amanda dengan heran. “Mudah saja untuk menjawab pertanyaan mu itu, Amanda.” Ujarnya. “Karena Marc tidak cukup baik untukmu. Dia lelaki…”

“Lelaki Spanyol yang tidak bertanggung jawab dan tukang selingkuh?” potong Amanda dengan spontan.

Gerardo kaget. Tak menyangka putrinya itu akan mengungkit luka lama.

“Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyinggungmu.” Ujar Amanda sebari memalingkan wajahnya.

Ya, orangtua Amanda bercerai lantaran Gerardo ketauan selingkuh dengan salah satu model yang terkenal di Spanyol. Saat itu Lina ada di Indonesia sementara Gerardo ada di Barcelona. Lina kira Gerado mengurus pekerjaannya di Barcelona dan sampai seseorang mengirimkan foto kepada Lina lewat Email. Saat itu Lina sakit hati melihat foto mesra Gerardo dengan model sialan itu. Dari situ Lina meminta Gerardo untuk ke Indonesia secepatnya dan meminta penjelasan tentang foto-foto mesra tersebut. Dari situ lah awal ke hancuran rumah tangga Gerardo dan Lina.

                                                                        *****
Alex gelisah, lantaran tamu yang di undangnya belum datang juga. Asalnya Alex menawarkan jemputan untuk Amanda tapi, seperti apa yang dikatakan oleh wanita yang mengangkat telepon rumah Amanda, gadis itu di antar oleh Ayahnya.

“Alex,” panggil seseorang mengagetkan Alex.

Lelaki itu bangkit dan menatap orang yang ada di hadapannya dengan kening mengkerut. “Laia?”

Wanita yang bernama Laia itu tersenyum. “Dimana Marc?” tanyanya.

Alex mengangkat bahunya dan mengedarkan pandangannya mencari Marc sekaligus mencari keberadaan Amanda. “Entahlah dari tadi aku tidak melihatnya. Pedahal dia yang punya acaranya tapi malah menghilang.”
 
Laia tertawa. “Kenapa kau tidak mencarinya?”

Alex menatap Laia. Aku dari tadi sedang mencari kok tapi, mencari Amanda bukan Marc. “Ah aku tidak sempat pikir.” 
 
Laia geleng-geleng kepala sebari tertawa. “Yasudah aku mau mencari Marc dulu ya.”

Alex mengangguk dan duduk kembali di sofa.

5 menit setelah kedatangan Laia. Akhirnya Amanda pun datang juga. Sebuah senyuman merekah di wajah imut Alex. Lelaki itu pun menghampiri Amanda yang celingak-celinguk.

“Hey,” ujar Alex sebari menepuk bahu Amanda.

“Hey Alex. Kemana Marc?”

Bahu Alex merosot saat Amanda bertanya tentang Marc. Bisakah semua orang tidak menanyai keberadaan Marc kepadaku? Bahkan orang yang aku sukai juga? Sial! Inikan pestanya Marc.

“Alex, are you ok?” karena dari tadi lelaki itu diam saja saat ditanya oleh Amanda.

“Ya, aku baik-baik saja.” Jawab Alex buru-buru. Kalau aku boleh jujur, aku tidak merasa baik Amanda.

“Well, dimana Marc?” Tanya Amanda sekali lagi.

“Entahlah, dari tadi aku belum melihatnya.” Alex menyuruh Amanda untuk duduk dan mengajaknya berbicang-bincang.

“Aku membawakan sesuatu untuk Marc. semoga dia menyukainya.” Amanda tersenyum pada benda yang ia pangku.

“Apa itu?” Tanya Alex penasaran.

Amanda menatap Alex dan tersenyum. “Ini rahasia, Alex.”

Gadis itu pun bangkit dari duduknya. “Oh iya, aku mau mencari Marc dulu ya. Dah Alex.” 

Alex hanya mengangguk dan menatap kepergian Amanda. Adakah seseorang yang mencariku? Tanya Alex pada diri sendiri.

                                                                        *****
 “Maaf kan aku jika selama in aku mempermainkanmu.”

Amanda menajamkan pendengarannya dan yang tadi itu seperti suara Marc. Dia pun melangkahkan kakinya kepada sumber suara dan membelok ke halaman belakang. Seketika langkahnya terhenti saat melihat Marc menicum seseorang.

Gadis itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya sehingga lukisan yang dibawanya terjatuh.

                                                                        *****
Marc tidak tau apa yang ada dibenaknya saat dia mencium Laia. Jelas-jelas ia tengah mencium tunangan oranglain. Tapi, anehnya wanita itu –yang menuduh anak yang dikandungnya adalah anak Marc tidak mengelak saat Marc mencium bibirnya. 

Pria itu menghentikan ciuman saat mendengr sebuah benda terjatuh. Marc melihat Amanda yang menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

“Amanda,” ujar Marc kaget. Saat dirinya akan menghampiri Amanda, gadis itu malah pergi.

                                                                        *****
Alex sedang mengobrol dengan beberapa tamu saat suara Marc membuat semua tamu menengok ke belakang.

“Amanda, aku bisa jelaskan itu.” Teriak Marc tak peduli dengan tamu undangan yang bertanya-tanya pada dirinya.

Alex mengkerutkan keningnya dan melihat gadis yang mendukan wajahnya berjalan menembus kerumunan tamu undangan.

“Amanda,” gumam Alex.

                                                                        *****
Amanda berjalan cepat meninggalkan kerumunan tamu undangan sebari memegang dada sebelah kirinya. Dadanya itu sakit sekali. Coba banyangkan jika kau melihat orang yang kau sukai tengah mencium seseorang. Apa yang kau rasakan? Sakit? Ya sakit. Sakitnya itu disini. Di dada sebelah kiri. 

Marc memang brengsek. Sudah beberapa kali pria itu membuat Amanda menangis tapi, anehnya Amanda tetap saja menyukai Marc. Rasanya dia tidak kapok menyukai Marc walau pun hatinya terus saja sakit.
 
Gadis itu berdiri di gerbang rumah kediaman Marquez dan menangis sesenggukan.

“Amanda,” ujar seseorang sebari memegang pundak Amanda.

Amanda menoleh. “Alex.”

Alex pun menarik Amanda kedalam pelukannya dan membiarkan Amanda menangis disitu.

“Kenapa menyukai Marc bisa sesakit ini?” Tanya Amanda disela-sela tangisnya.

Alex memejamkan matanya. Seolah dia juga merasakan apa yang Amanda rasakan.

“Sudah ya jangan menangis,” bujuk Alex. “Kau tidak boleh membuang air matamu untuk pria brengsek itu.”

Salahkah jika Alex mengatai kakaknya dengan sebutan brengsek? Tidak juga dan memang benar bahwa kakaknya itu brengsek. Mengoleksi 18 mantan di umurnya yang sekarang genap 21 dan tak jarang dari mantannya itu menuduh Marc bahwa pria itu bapak dari anak yang mereka kandung. Dan sekarang, Marc membuat Amanda –orang yang ia sukai menangis dan merasakan sakit seperti mantan-mantan Marc.

Alex menggigit bibir bawahnya dan menatap tajam pada kakaknya yang diam mematung di halaman depan rumah mereka.

                                                                        *****
Marc menghentikan kakinya saat melihat Alex sedang memeluk Amanda. Pria itu tidak mengerti apa yang ia rasakan saat melihat pemadangan tersebut. Bisa dibilang hatinya nyeri. Tapi, sepertinya buka karena melihat Alex memeluk Amanda tapi, karena dirinya melihat Amanda menangis sesenggukan karena ulah dirinya.

“Aku… memang brengsek, Amanda,” gumamnya pada diri sendiri.

Dan saat bergumam seperti itu, dia mendapatkan tatapan tajam dari adiknya. Marc membalas tatapan tersebut dengan tidak kalah tajamnya. Entah kenapa rasa nyeri nya itu berganti dengan perasaan benci kepada Alex.

bersambung....

aku seneeeng sama part ini hehee.. gatau deh kalau kalian :) 
*kalian tuh siapa? :(*
*iya kalian. kalian yang sedang sudah membaca ini*
*emang ada ya yg baca?*
* :')* hahaa abaikan yaa :) 

Kamis, 17 Juli 2014

Damsel in Distress #1 (fanfiction)


Starring:
Marc Marquez as himself
Cara Delevingne as Allen Cassandria
Barbara Palvin as Amanda Garcia
Logan Lerman as himself
Lana Del Rey as Lana Garcia
Andrew Airlie as Fred Cassandria
Jennifer Connely as Sarah Cassandria 
Seperti yang aku bilang di post sebelumnya, aku bakal post FF yang karakter tokoh utamanya itu beda. Well, here's the story dan semoga hasilnya positif yaa hehe.. Oiya, ini cuman fiksi yaa.. jadi jangan di anggap serius :)


#Part1

Gosip yang ditayangkan salah satu stasiun TV atau pun majalah di Spanyol telah membuat seluruh warga Spanyol gempar, terutama bagi penggemar Si Semut. Bagaiamana tidak? Dikenal dengan sosok yang tidak terlalu memperdulikan masalah cinta dalam hidupnya dan tiba-tiba saja setelah GP Jerman kemarin Si Semut ini tertangkap kamera keluar dari Club malam bersama dengan seorang gadis.

Dan ini adalah informasi selengkapnya yang di dapat dari majalah terkenal di Spanyol.

Barcelona, 16 Juli 2014.

Setelah memenangkan MotoGP untuk yang ke-9 kalinya Marc Marquez (Repsol Honda) terlihat keluar dari Club Malam bersama dengan seorang gadis blonde. Malam itu Marc mengenakan jaket kulit berwarna hitam dan topi hitam sementara Si Gadis memakai kaos putih polos tak berlengan.

Marc beberapa kali tersungkur saat akan menuju mobilnya. Sementara Si Gadis blonde itu memapah Marc sampai ke mobil Audi Putih sebari berjalan sempoyongan. Sepertinya mereka mabuk berat malam itu.

Setelah mengulik informasi tentang Si Gadis blonde itu, kami mendapatkan informasi bahwa Si Gadis blonde itu adalah salah satu model di Victorias Secret, Allen Casandria. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah mereka mempunyai hubungan special? Sejak kapan? Karena seperti yang kita ketahui Marc Marquez adalah sosok yang tidak memperdulikan masalah cinta di dalam hidupnya, lelaki Spanyol itu selalu focus kepada pekerjaannya. Begitu pun dengan Allen, dia selalu cuek dengan lelaki yang mengejar-ngejarnya.

Bukti lain memperlihatkan bahwa mobil Audi putih itu menuju ke kediaman Allen. Model berhalis tebal itu membawa Marc ke apartemennya dan menyuruhnya untuk menginap. Salah satu fotografer kami juga memotret Marc yang sedang mencium Allen di jendela pagi itu. Apakah ini hanya sekedar cinta satu malam? Ataukah mereka benar-benar memiliki hubungan special? –Marsha-

                                                                        *****
Di Café yang tidak terlalu banyak pengunjungnya itu, Maya geleng-geleng kepala setelah membaca gosip yang dimuat di salah satu majalah terkenal di Spanyol. Wanita itu menghela napas dan melihat orang yang sedang diperbincangkan dalam majalah itu cuek-cuek saja dengan pemberitaan tentang dirinya.

“Allen,” panggil Maya.

Allen mendongak sebentar. “hmm?”

“Apakah benar malam tadi kau bersama dengan pembalap itu dan melakukan hubungan cinta satu malam?”

Allen menyimpan ponselnya dan menatap wanita yang ada di hadapannya. Cukup lama Allen menatap Maya dan akhirnya ia mengangkat bahunya untuk menjawab pertanyaan dari managernya tersebut.

“Jadi benar kau melakukan hubungan cinta satu malam?”

“Aku tidak melakukan hubungan cinta satu malam dengan Marc! Dia hanya menginap di apartemenku,” jawab Allen dengan nada sebal.

Maya mencondongkan tubuhnya, wanita itu ingin tau hubungan model nya itu dengan Marc seperti apa. Karena selama ini Allen tidak pernah bercerita tentang lelaki kepada Maya.  

“Kenapa pembalap itu menginap di apartemenmu? Apakah kalian berteman baik atau…” 

Allen menghela napas. “Jawaban terakhir dari pertanyaanmu yang kau gantungkan itu adalah iya.”

                                                                        *****
Marc terbangun oleh dering ponselnya yang ia simpan persis di depan wajahnya. Lelaki itu atau bisa dibilang telah menjadi pria itu pun mengerang dan mengangkat telepon dari ponselnya.

“Hallo,” ujarnya sebari menguap.

“Apakah gosip itu benar? Kau mabuk berat semalam dan melakukan hubungan cinta satu malam bersama model itu?”

“Hah? Apa yang kau bicarakan Emilio?” tanya Marc sebari memejamkan matanya. Sungguh, dia masih ngantuk.

Penelepon diseberang sana pun berdecak.

“Coba sekarang kau nyalakan TV mu dan lihat chanel O’Rambe. Sekarang sedang menayangkan gossip tentang dirimu bersama Allen Cassandria, model Victorias Secret itu.”

Tiba-tiba saja Marc membuka matanya setelah mendengar nama Allen disebutkan. Dia langsung bangkit dari kasurnya dan mematikan ponselnya. Dia cepat-cepat turun ke bawah dan menyalakan TV. Setelah dia menemukan chanel O’Rambe Marc langsung duduk di sofa dan melihat kesekeliling. Sepi. Mungkin anggota keluarganya sedang keluar.

Marc membulatkan matanya saat foto-foto dirinya dan Allen di tayangkan, dia juga terlonjat kaget saat layar itu men-zoom dirinya tengah mencium Allen. Pria itu geleng-geleng kepala. Siapa pun wartawannya, orang itu sangat gigih dalam mencari informasi dirinya.

Apakah mereka hanya melakukan hubungan cinta satu malam? Atau kah mereka memang mempunyai hubungan special? 

Ujar si pembaca berita mengakhiri berita yang ia bacakan.

Marc mematikan TV dan berjalan ke arah telepon rumah yang berada di pinggir TV. Tak berselang lama menunggu, telepon pun di angkat oleh orang diseberang sana.

“Hallo Allen, kau sedang ada dimana?” rupanya Marc menelopn Allen.

“Baru saja sampai apartemen,” jawab Allen.

“Aku ke sana, ya? Ada yang ingin aku bicarakan.”

“Ya, aku tunggu.”

Marc menutup teleponnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.



*****

Saat Marc mengatakan ada sesuatu yang ingin dibicarakan, Allen sudah mengetahui tentang topic apa yang akan dibicarakan. Pasti tentang pembicaraan gossip dirinya dan Marc. Wanita itu menghela napas. Ya apa boleh buat, hubungan yang telah mereka tutup-tutupi selama 6 bulan itu akhirnya ketahuan juga.



Toktok


Terdengar suara ketukan pintu di apartemen Allen. Wanita itu bangkit dari sofa dan membukakan pintu untuk orang yang mengetuknya.

 “Hey,” ujar Marc sebari masuk ke dalam apartemen milik Allen.

Keduanya pun duduk di sofa yang terletak di ruang tengah tersebut. Hening tak ada yang membuka suara. Allen sibuk mewarnai kuku kakinya dengan warna bening sementara Marc menatap lurus layar TV yang hitam. 

Marc berdehem, menandakan dirinya akan memulai pembicaraan.

“Kau sudah mendengar gosipnya?” tanya Marc.

Allen mengangguk dan menyimpan botol kutek di meja yang ada didepannya.

“Lagian itu bukan gossip kan?” Allen tersenyum menatap Marc. 

Pria itu jadi ikut tersenyum dan mencium kening Allen.

“Yang kau lakukan selanjutnya hanya mengadakan konfrensi pers dan memberitau kepada semuanya bahwa kita ini sepasang kekasih."

“Jika aku melakukan itu, apakah tidak ada lagi pesan singkat yang menyuruhku untuk mencarimu dalam kegelapan dan pastikan tidak ada yang mengikutiku, hmm?”

Allen tersenyum. “Kita masih bisa melakukan itu jika kau mau.”

Marc tertawa dan menarik Allen dalam pelukannya.

“Semuanya akan berubah setelah orang-orang tau bahwa kita ini sepasang kekasih. Bagaimana perasaanmu, Allen? Apakah kau akan risih?”

Allen mengangkat bahunya, “entahlah kita lihat saja nanti.”
 
bersambung.....

komentarnya dong :D karena komentar Anda sangat berguna bagi kelangsungan (?) karya saya :)
via twitter & ask.fm : @sindehpujiyanti
via bbm : 7caf6830

Senin, 14 Juli 2014

Coming Soon: Damsel in Distress (fanfiction)

Seperti judulnya di atas, yaa coming soon! Sebenernya iseng aja sih nulis post ini hehe tapi kalau ceritanya enggak iseng lho.. setelah bersemedi di kamar mandi *seperti biasa* dan ngedengerin lagu Maps dari Maroon 5 terus ngeliat dialog The Vampire Diarie *ciealah banyak banget* aku ngedapatin sebuah ide dan ide itu aku tuangkan dalam FF ini.

Well judulnya itu Damsel in Distress. jadi, apa sih Damsel in Distress itu? artinya itu gadis yang kesusahan. Buat bocoran aja nih ya, aku bakal buat tokoh utama dengan karakter yang beda. Yaaa bisa dibilang the other side nya aku sih toko utamanya itu. Dan cast cowoknya enggak jauuh jauh darii Marc Marquez hehehe.. dan tokoh utamanya itu Cara Delevingne dan ada satu lagi cast ceweknya, yaitu Barbara Palvin.

Damsel in Distress Cover by @sindehpujiyanti
Jika kalian enggak tau mana Cara mana Barbara, yang kiri itu Cara dan yang kanan Barbara dan yang atas? wkwk.

Okey aku baru bikin cover nya doang dan ceritanya baru aku buat draft. Soalnya ya kalau menurut aku, dengan kita buat cover suatu cerita kita bakal semangat untuk menulisnya. Itu sih kata aku hehe...

Ceritanya bakal kayak gimana? Cinta segitiga? hmm.. yaa begitulah~ pokoknya konfliknya juga gak akan cuman sekedar cinta segitiga pastinya.

Rencananya bakal aku post malam sekarang atau enggak besok ._. maklum lagi sibuk :( belum ngambil ijazah dan harus nyiapin sesuatu buat temen hehe..  dan kenapa aku gak post nya sekarang? hmm aku mau pergi, mau maen bentar haha :D Pokoknya tungguin aja ya FF aku ini, kalau ada yang nungguin sih itu juga :')

Kamis, 10 Juli 2014

Tekanan Saya Jelang Pertandingan Belanda vs Jerman

Siapa yang tadi subuh nonton Belanda vs Argentina? yang nonton pasti tau dong pemenang dari match tadi malam. Lewat drama adu pinalti akhirnya Argentina keluar sebagai pemenangnya. Ah, rasanya lega sekali saat Argentina lolos dan bertemu Jerman di final nanti. Dan alangkah sangat bahagianya saya ketika akhirnya Belanda angkat koper juga haha :D yaa memang sih Belanda akan menghadapi Brazil untuk memperebutkan juara ketiga tapi, tetap saja Belanda tidak akan ada di final seperti di piala dunia 2010.

Ngomong-ngomong piala dunia 2010, saya jadi ingat kepada juaranya, yaitu Spanyol. Sangat lucu rasanya melihat sang juara bertahan pulang tanpa lolos dari grup B. Dan sangat sebal lagi ketika Belanda mengalahkan Spanyol dengan skor 5-1. Hujatan pun di lontarkan kepada Xavi dkk. Please guys, itu timnas jagaoan saya :').

Saya kira Spanyol akan bangkit dari kekalahan yang di alami olehnya. Saat laga melawan Chili saya optimis Spanyol akan menang. Tapi, nyatanya Spanyol di pecundangi oleh Chili. Skor 2-0. Hallo Casillas gawang mu kemasukan banyak :( Sergio Ramos please itu bolanya jangan di pelong saja :( Ah tidak ada Puyol memang mempengaruhi pertahanan Spanyol.

Sudah tidak ada harapan lagi untuk Spanyol. Walau pun bukan negara saya, tapi saya merasakan sakitnya, sakitnya itu disini *nunjuk dada sebelah kiri*. Terlebih saat laga terakhir di Brazil, Fabregas sempat dimarahi oleh Del Bosque. Ada apa dengan Spanyol di tahun 2014? Untunglah saat melawan Australia tim yang berjuluk matador ini menang, skor 3-0 untuk Spanyol. Llalalayeyeeye lumayan lah :')

Memang sih itu sudah cerita lama dan sekarang sudah ada calon juara piala dunia 2014, kalau tidak Jerman ya Argentina. Tapi, sebagai pendukungnya Spanyol saya merasa heneg melihat gaya permainan tiki-taka Spanyol diporak-porandakan oleh Arjen Roben dkk. Bagaiman nasib Spanyol 2016 nanti? Apakah akan tetap mempertahankan gaya bermainnya? tiki-taka? tapi, seriously tiki-taka itu gaya permainan yang sangat indah. Membuat lawan prustasi dan yang menontonnya pun menjadi greget.

Okey, kita kembali kepada kemenangan Argentina. Sebelum pertandingan dimulai, saya tidur sebentar karena saya memang mengantuk. Yaa kira-kira saya tidur jam 10an. Sebelum tidur saya tidak lupa membaca doa tapi, pikiran saya melanglang buana memikirkan nasib Argentina yang akan melawan Belanda. Saya tidak ingin Belanda menang, secara gitu Belanda sudah mengalahkan Spanyol. Dan Anda semua tau tidak kalau tadi malam itu tidur saya tidak nyenyak. Saya memimpikan laga Belanda vs Argentina -_- oh ya ampun, sepertinya tadi malam saya menderita tekanan dari pertandingan Belanda vs Argentina. Maklum, saya kan yang menjadi komentatornya wkwkwk *abaikan*

Disitu saya merasa deg-degan, berlebihan memang tapi, yaa itulah saya. Sorenya saya dihadapkan dengan situasi quick count yang katanya nomer urut sekian menang, nah saya deg-degan juga, ditambah malam nanti Argentina akan main. Saya takut Argentina kalah :(.

Daaaan... Horay! Argentina menang sodara sodara :D. Lewat adu pinalti yang sudah terbaca kalau Belanda pasti kalah *sorry ya bro*, Argentina lolos ke fase selanjutnya. Menurut papah ku, pertandingan Belanda vs Argentina ini mengulang pertandingan pada tahun 1978 yang dimana Belanda kalah. Dan sejarah pun terulang kembali.

Ah itu malam tadi memang pertandingan yang sangat keren sekali! Saya salut kepada kiper Argentina, tinjunya dalam menghadang bola sangat keren! Belum lagi gaya permainan Messi yang tak terkalahkan. Hindar sana hindar sini, aaaa kereeen!!

Dan di final nanti Argentina akan bertemu dengan Thomas Muller dkk. Nah... sebenarnya kurang greget sih final nya. Soalnya, keduanya adalah tim jagoan saya. Argentina ada pemain jagoan saya, yang tak lain adalah Lionel Messi. Sementara di Jerman........ pemainnya pada ganteng-ganteng ._. Thomas Muller keren, mirip kayak Keegan Allen. Mesut Ozil juga ganteng bangeeet. Belum lagi halisnya Philip Lahm yang bagus. Damn bangetlah para pemain Jerman tuh!

Jika ditanya akan menjagokan siapa di final nanti. Eum.. sepertinya saya akan menjagolan Argentina kembali. Karena saya ingin Messi mengangkat trofi piala dunia dan membuktikan pada orang-orang disana kalau dirinya di timnas sama hebatnya dengan dirinya saat di Barcelona.




Kangen yang ini:')

Juara Piala Eropa 2008, Juara Piala Dunia 2010, Juara Piala Eropa 2012, hmm sepertinya tahun sekarang bukan tahunnya Spanyol lagi :(. 

Timnas Spanyol memiliki pemain bertabur bintang. Saya hampir semuanya hapal para pemainnya *yaiyalah orang banyaknya pemain Barca dan Madrid* Tapi, percuma kalau gak beruntung ya :')
2016 menang gak yaa ._. Oiya, katanya Xavi akan gantung sepatu! Aaaa siapa dong yang bakal ganti posisi Xavi di Barca dan di timnas