Jumat, 20 Februari 2015

Amazing Age!

Gua seneng banget ketika umur gua udah 18 tahun! Enggk tau deh, rasanya seneng aja ninggalinn si sweet 17 hahaha... disaat orang lain excited dengan umur sweet itu dan enggak ingin grow up ehh... gua malah seneng pindah ke umur 18 tahun. Menurut gua 18 tahun itu adalah umur yang sangat amazing.

Kenapa gua bisa bilang begitu? karena, umur 18 tahun adalah umur yang mencerminkan seseorang bahwa orang itu sudah dewasa dan boleh melakukan hal-hal dewasa. Walaupun 19 tahun dan 20 tahun juga dipandang dewasa tetapi, gua enggak mau pindah dari umur 18 rasanya ingin selamanya 18 tahun ahahahaaa!! karena apa? 18 tahun itu pertengahan anatara dewasa dan remaja. Maka dari itu gua seneng banget sama umur gua yang sekarang.

Terus, udah buat apa aja nih di umur yang katanya amazing ini? belum sih, haaaaa sedih :( belum ngelakuin hal-hal yang berguna. Hmm sebenernya ada sih tantangan dari asrama untuk umur gua yang ke 18 ini, yaaa mudah-mudahan gua bisa ngasih kenangan yang amazing dengan acara asrama tersebut di umur gua yang amazing ini haha....

Nah... untuk kalian-kalian nih yang umurnya bertambah, coba renungin hal apa yang udah kalian lakuin di umur kalian yang baru ini? Misal sweet 17, nah kalian harus ngelakuin hal-hal sweet untuk orang yang kalian sayangi atau yaa enggak pas sweet 17 juga kalian ngelakuin hal-hal yang berguna buat orang lain terutama buat kalian. Inget guys, kita harus rubang mind kita bahwa kita melakukan itu bukan untuk orang lain tetapi, untuk diri kita sendiri. 


Gua enggak maksud ngajarin karena gua sendiri bukan guru tetapi calon bidan gaholz ahahaa dan juga kalian semua bukan murid, ya gua cuman ngasih saran dan menulis apa yang ada di dalam pikiran gua lewat uraian kali ini. 

Well, buat umur yang bertambah setiap tahunnya berarti tindakan yang bermanfaat pun harus bertambah. Yaaa anggep aja tindakan yang bermanfaat itu sebagai hadiah ulang tahun kalian semua untuk diri kalian sendiri.


Selasa, 20 Januari 2015

Tips Bermain Futsal untuk Cewek

Olahraga apa yang paling seru? Okeylah semua olahraga itu seru. Lalu, olahraga apa yang kalau di siarin di TV sampai seluruh penjuru dunia menontonnya? Yups, sepak bola. Tapi, kita akan perkecil dulu sepak bola itu. Dan…. Jadilah futsal hehe :D

Untuk cowok futsal udah biasa. Maennya pun udah okeylah, passingnya pun sudah kayak CR7 yaaa… tapi, gimana kalau cewek yang main? Seru? Banget! Teriak-teriakan? Iya! Penontonnya tapiii hahaa… bola kesini, pada ikut kesini. 

Okey lah cerita dikit aja, aku itu baru (kalah) dari pertandingan futsal yang di adain oleh kampus aku. Udah babak semi final sih, tapi kita gak lolos, hah! Sedih :(. Jadi gini, kelas aku tuh ngirimin dua tim dan dua-duanya lolos ke semi final. Masing-masing dari kita mempunyai lawan yang berat. Cuman, kalau kata kita sih lawan yang berat banget itu futsal tim B, kalau tim aku sih yaa…. Gampang lah walaupun akhirnya kalah :(


Ini Tim Futsal Bidan B akan bertanding

Jangan lupa atur strategi dulu dong yang tentunya ada coach nya

Pemanasan dulu biar gak panik
Nah… sekarang aku mau bagi-bagi tips aja yaa tentang futsal cewek, ini dari pengalamku.

1.      Kudu harus wajib latihan. Aku percaya kalau perjuangan itu enggak akan ngekhianatin kita. Toh, ada pepatah yang bilang “asalkan bermandi keringat dan jangan sampai bermandikan darah” yaa kurang lebih seperti itu lah. Latihannya ya cukup seminggu tiga kali atau terserah kita. Kalalu tim aku sih antara seminggu 2-3 kali. Latihannya 2-3 jam. 

2.       Belajar passing. Suka liat kan ya di TV yang si A ngoper ke B terus sebaliknya. Nah itu namanya passing. Kalau kurang jelas mending nanya ke mbah google hehe… passing ini penting banget buat maen, kalau kita gak belajar passing yaaa kita ngoper gimana? Mau pake shootingan? Bukan pada tempatnya. Ohiya, ngelakuin passing itu kakinya dimiringkan. Yaa pokoknya gitu deh, suka liat yang maen futsal kan? Nah kayak gitu. Terus kalau kita nerima passing, nerimanya pake sol. Gak kebayang? Yaaa kayak gitu deh hehee._. yang maen futsal kek gimana, nah kayak gitu. Lapangannya di bagi setengah, terus setiap anggota diem di sudut 4 itu. Terus lakuin deh passing. Kalau kita sih latihannya gitu.

3.       Atur shooting. Ini diperuntukan cewek-cewek yang biasa futsal. Shootingnya jangan kenceng-kenceng, jangan jleger kayak petir. Kalau bola udah di kaki kita, bawa dikit, control bolanya terus shooting.

4.       Jangan egois. Nah ini nih yang lebih penting! Tujuan utama kita pastilah menang, enggak peduli siapa yang masukin, yang penting kita menang. Jadi, jangan merasa dirinya lebih jago dari oranglain jadinya suka bawa bola sendiri. Futsal itu bukan permainan individu tapi, permainan kelompok.

5.       Jangan lupa berdoa. Ini yang penting bingo! Sebelum futsal jangan lupa berdoa, memohon ke Yang Maha Kuasa agar dipermudah membuat gold an jangan sampai kebobolan hehe…
6.       Pemanasan. Penting juga. Pengalaman ya, kalau pemanasannya itu gak bener ntar paha kalian sakit. Soalnya aku juga gitu hahaa… perbanyak pemanasan di kaki yaaa… dan kalau udah tanding jangan lupa pendinginan.

7.       Atur emosi. Nah ini gua bangeeettzz! Curhat dikit yaa.. posisi aku itu jadi bek, ditugasin buat jagain pemain no 23. Aku itu bukannya ngelepasin dia ya, soalnya kalau aku jagain dia ada no 20 yang enggak di jagain. Kan aku bingung yaa.. dan begongya aku malah jagain no 20. Pedahal pas latihan itu di kasih tau sama pelatihku kalau otak dari permainannya itu di no 23. Pas briving juga di ingetin “inget sin, jaga no 23.” Shit lah, sampe sekarang nyesel L well, dari tips yang satu ini kalian enggak boleh bilang kasar yaa.. bilang kasar ke dengeran sama wasit bisa-bisa kartu kuning. Dan biasanya kalau lawan kita ngeliat kita emosi itu seneng, ke pancing emosinya gitu deh, nah mereka itu tuh seneng dan yang emosi mainnya di jamin enggak akan bener. Pengalaman.


8.       Punya lawan satu-satu. Kita punya lawan satu-satu dan juga kita harus sabar, terutama jadi bek, pengalaman. Jangan maju, kecuali kalau kita nyerang. Kalau bisa, simpen bek satu orang yang paling kuat di belakang. Dan juga kita tempelin satu-satu lawannya, di belakang atur jarak jangan terlalu jauh.

Mungkin segitu kali yaa tips dari aku. Tips ini di ambil dari pengalaman. Pokoknya enggak ada salahnya cewek itu maen futsal, toh bisa membakar lemak juga kan, belajar lari juga hehe… ohiya, kita itu harus percaya feeling. Pengalaman aja sih yaa.. pas menang itu feeling nya deg-degan, jangankan pas pemanasan udah di lapangan aja masih deg-degan. Tapi, kalau feeling nya flat. Eum… kemungkinan bakal enggak menang. Bukannya nyumpahin atau gimana yaa.. kalian percaya feeling kan? Nah…


Yang terpenting dari semua tips adalah, harus kuat fisik dan MENTAL. Siap kalah dan juga siap menang. untuk penjaga gawang, siapkan mental Anda!

Senin, 15 Desember 2014

Cerpen: Bidadari dari Neraka karya Sindi Primi Pujiyanti

Hallo guys gimana kabarnya? hehee lama ya saya tidak memposting apapun di blog ini. Daripada sepi tak berpenghuni gitu di blog ini jadi, saya memposting cerpen buatan saya. Okey deh selamat membaca :* semoga kalian senang {} hihiii...

Bidadari dari Neraka

Lisa menggigit bibir bawahnya. Tenggorokannya tercekat, matanya panas dan hatinya nyeri. Tuhan, apakah salah dia bekerja sebagai wanita pemuas nafsu birahi? Dan juga, apakah salah wanita seperti dia mencintai seseorang?
                                                                        *****
Wanita itu menghitung rupiah yang terdapat di amplop coklat. Setelah melakukan pekerjannya di atas kasur dan memakai kembali pakaiannya, wanita itu langsung menghitung rupiah yang terdapat di dalam amplop cokelat tersebut.

“Akhirnya aku bisa membeli lingerie Victoria’s Secret,” ujar wanita tersebut memeluk uangnya.

“Kamu ingin itu?”

Wanita itupun menoleh dan tersenyum.

“kenapa tidak bilang kepadaku? Aku bisa membelinya untukmu.”

“Benarkah?”

Pria itupun bangkit dan duduk sila menghadap wanita berambut ikal tersebut.

“Ya benar Lisa. Apa sih yang tidak buat kamu cantik..”

Wanita itupun terkekeh.

“Cintamu pada ku Roy.”

“Tenang aku akan menceraikan istriku nanti.”

Lisa –nama wanita itu- menggeleng. Dia beranjak dari kasur dan menatap Roy dengan tatapan sedih.
“Aku hanya bercanda kok Roy. Lagian aku kan hanya wanita jalang.” Ada nada ketidaksukaan saat Lisa mengatakan Wanita Jalang. Tapi kenapa harus tidak suka? Toh itukan profesinya.

                                                                        *****
Malam hari ini sangat dingin, tapi tak mengurungkan niat Andre untuk keluar dari rumah tunangannya yang sudah tidak hangat lagi. Setelah dia melihat tunangannya itu berciuman dengan seorang lelaki lain, hatinya sesak, kurang apa dia sampai-sampai tunangannya melakukan itu?

“Sialan!” ujarnya sebari menambah kecepatan mobilnya. Untungnya jalan sudah agak sepi, maklum lah ini sudah hampir tengah malam.

Jari-jari kekar miliknya meraba-raba radio, dia butuh pelampiasan. Mungkin dengan mendengarkan lagu-lagu yang diputar di radio bisa saja sakitnya terobati, walaupun sedikit. Tapi sakitnya itu malih makin dalam. Walaupun dia seorang lelaki yang gagah, tapi saat-saat seperti ini air matanya bisa meluluh lantahkan ke gagahannya. Ya, Andre menangis.

“Sialan!!!!” ujarnya kembali. Kali ini sambil mematikan radio dan memukul-mukul stir kemudi. Lagunya terlalu mellow. Rupanya Andre tidak sedang ingin mendengarkan lagu mellow. Dia butuh sesuatu yang membuat dirinya senang dan bahagia.

Dan ketika dia menghapus air matanya, mata bulatnya menangkap tempat yang telah lama ia tidak kunjungi. Café malam. Sudah berapa lama Andre tidak kesitu? Mungkin telah 2 tahun lelaki itu tidak pergi ke tempat tersebut. terakhir kali ia ke situ saat pacarnya memutuskannya dan lebih memilih temannya ketibang dirinya. lagi-lagi dia bertanya, kurang apa dirinya sehingga sudah 2 kali seorang wanita menyakitinya. Andre adalah seorang pimpinan perusahaan –walaupun perusahaan warisan-, dia orang berpengaruh dikotanya, tampan dan memiliki pendidikan yang luas. Apakah itu kurang?
Lelaki itupun memutuskan tekadnya untuk memutar stir dan masuk ke Café malam.

                                                                        *****
Wanita bertubuh semampai itu tampak kacau. Beberapa kali dia berjalan mondar-mandir di ruang tamunya. Belum lagi bibirnya yang kumat-kamit memancarkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tangannya pun tak ketinggalan, jari-jari lentiknya dengan cekatan memijit tombol panggil kepada nomer tunangannya, Andre.

“Sudahlah jangan khawatir, dia pasti pulang ke rumahnya.”

Wanita itu berhenti dan melotot pada pria yang duduk di sofanya.

“Kau bilang apa? Jangan khawatir? Ya Tuhan.. dia itu tunanganku! Aku takut dia kenapa-kenapa, teleponnya tidak di angkat dan ini sudah malam.”

Pria itu berdecak.

“Telepon saja orangtuanya.”

“Bicaramu sangat enteng sekali. Jika aku menelepon orangtuanya dan mereka bertanya balik kepadaku seperti ada-apa-dengan-kalian, aku harus jawab apa?”

Wanita itu menggigit bibir bawahnya dan melihat kilauan berlian yang dipasang di jari manisnya. Dia sangat senang saat Andre memberikan cincin berlian 4 karat ini. Dia juga sangat bahagia sebentar lagi ia bisa menjadi salah satu bagian dari keluarga Handoko yang super duper kaya itu dan maka dari itu dengan kejadian ini dia sangat khawatir jika Andre meninggalkannya.

“Ayolah Sarah lying saja.” Pria botak itu pun merentangkan tangannya dan memeberikan isyarat pada Sarah untuk masuk ke dalam pelukannya.

Sarah tak memperdulikan rentangan pria tersebut. dia menghela napas. Andai saja Doni tidak mengunjunginya, andai saja Doni tidak menciumnya, ah andai andai dan andai…

“Sebaiknya kau pergi saja Doni.”

Doni beranjak. “Kenapa?”

“Aku mau tidur.” Jawab Sarah lelah.

Doni tertawa. “Kenapa kita tidak tidur bersama saja?”

Pleasee Don aku itu tunangannya Andre dan kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa!”

                                                                        *****  
Pagi hari itu Lisa bangun pagi-pagi. Teman-teman satu profesinya masih tertidur pulas. Lisa wanita 25 tahun yang memiliki paras seperti bidadari itu mengambil ponsel. Ia pun mulai membeli lingerie dari brand ternama lewat internet.

Setelah selesai melakukan pembelian, wanita itu keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Dia mengambil air putih dan mulai melakukan peregangan.

Rencana hari ini kemana ya? 

“Shoping lagi? Ah bosen.” Gumamnya. 

Dan keputusanpun telah di ambil. Dia akan jalan-jalan sekitar rumah bordil.

                                                                        *****
Andre tertidur di meja Café malam yang telah dikunjunginya. Para bantender sudah membujuk Andre untuk pulang, tapi dia memaksa untuk bermalam di situ. Dia juga memberikan tip agar para bantender itu tidak berbicara kembali.

Sudah berapa banyak Andre meminum alcohol tadi malam? Entahlah dia tidak mengingatnya, yang penting Andre bisa melupakan kejadian malam tadi dan bersenang-senang.

“Siapa dia?” tunjuk seorang wanita kepada salah satu bantender.

“Oh dia pengunjung yang memaksa untuk bermalam disini.”

Wanita itu mengangguk dan menghampiri Andre yang tertidur pulas di sofa.

Dia tampan. Begitulah kesan pertama saat wanita tersebut melihat Andre. Wanita itu menepuk-nepuk pipi Andre dan dengan perlahan Andre terbangun.

Andre mengerjap-ngerjap, ia belum bisa focus pada pandangannya. Dia beberapa kali mengucek-ngucek matanya, bukan karena penglihatannya belum bisa focus, setelah penglihatannya focus pun dia masih mengucek-ngucek.

Aku ada dimana? Apakah aku ada di Surga? Apakah wanita didepanku ini adalah bidadari?

Wanita itu mengisyaratkan salah satu bantender untuk membawakan teh hangat untuk Andre.

“Kenapa kau bermalam disini?” tanya wanita tersebut duduk di sebelah Andre.

Andre mengangkat wajahnya dan menyeringai saat melihat wajah wanita yang seperti bidadari itu.
Wanita itu mengkerutkan keningnya. “Kenapa?”

“Apakah kau bidadari yang turun dari Surga? Parasmu sangat cantik.” Andre pun mengangkat lengan wanita itu dan menciumnya.

Wanita itu tersenyum. “Aku hanya seorang manusia.”

Andre terkekeh. “Tapi kau sangat cantik. Siapa namau?”

Wanita itu tersenyum kembali dan menyodorkan teh hangat yang telah di bawakan salah satu bantender.

“Lisa. Kau?”

“Andre.”

                                                                        *****
Suatu pertemuan memang selalu ada tujuannya. Tapi kadang kita tidak tau apa tujuan dibalik sebuah pertemuan ataupun alasan dibalik semua itu. Walaupun kita tau jawabannya, mungkin itu tidak sepenuhnya benar.

Semenjak pertemuannya di Café. Lisa dan Andre menjadi akrab. Mereka sering jalan bersama dan tak jarang menghabiskan malam di apartemen mewah milik Andre. Sepertinya mereka saling tergila-gila satu sama lain.

Andre tidak peduli lagi dengan tunangannya. Walaupun Sarah sering datang ke kantornya untuk meminta maaf tetap saja Andre mengacuhkannya, pintu maafnya sudah tertutup untuk wanita yang telah menyakitinya. Tetapi bukan berarti Andre memutuskan tunangannya itu, dia tidak ingin mengecewakan orangtuanya. Ya, Sarah adalah wanita pilihan orangtuanya. 

“Malam ini kita mau kemana? Atau malam ini kau sibuk?” tanya Lisa membuyarkan lamunan Andre.
Rupanya dia telah mengacuhkan wanita cantik disebelahnya. Andre menatap Lisa dan tersenyum.

“Kita ke tempat mu saja ya?”

Lisa mengkerutkan keningnya.

“Kenapa Lisa sayang?”

“Aku takut teman-temanku menyukaimu.”

Andre tertawa dan mengelus-ngelus rambut Lisa. “Mana mungkin aku bisa berpaling darimu Lisa sayang. Paras mu itu bagaikan bidadari dan karena itu aku tergila-gila padamu.”

Lisa tersenyum malu.

“Apakah kau selalu berkata seperti itu kepada wanita yang berparas cantik? Memanggilnya bidadari?”

Andre menggelengkan kepalanya cepat. “Tidak. Kau yang pertama dipanggil seperti itu.”

Lisa tertawa. Dia sangat bahagia dan dia jatuh cinta kepada orang dihadapannya. Walaupun dia sudah beberapa kali bertemu dengan pria tampan dan kaya, tapi baru kali ini dia menjatuhkan hatinya kepada pria seperti itu. 

Ya, Andre berbeda. Dia sangat menghormati Lisa. Walaupun Andre mengetahui profesi Lisa tapi dia tidak pernah meminta “itu” kepada Lisa.

“Okey. Datang saja ketempat ku.” Ujar Lisa.

Andrepun tersenyum dan mulai menjalankan mobilnya.

                                                                        *****
Jika kau mempunyai penglihatan super mungkin kau bisa melihat api yang berkobar di sekeliling Sarah. Wanita itu sangat marah. Dia melihat tunangannya berjalan-jalan di mall dengan seorang wanita, karena penasaran dengan siapa Andre pergi diapun mengikuti mereka. Dan sampailah mereka di rumah bordil. 

Sialan! 

Ternyata Andre bermain api di belakangnya. Tapi, bagaimana dengan dirinya? bukannya dia yang memulai perang kecemburuan ini? tidak, dia hanya tak sengaja mencium Doni, lagian dia mencium pria baik-baik sedangkan Andre? Dia pergi bersama seorang wanita jalang! 

Setelah melihat mobil Andre menghilang dari rumah bordil itu, Sarah keluar dari mobilnya dan bergegas masuk ke rumah bordil. Dia ingin memberi pelajaran kepada wanita jalang itu.

“Hey kau!” teriak Sarah. orang-orang yang ada disekitarnyapun menglihat Sarah dengan tatapan bingung. 

“Hey kau yang memakai kemeja putih!” sekali lagi Sarah teriak dan kali ini Lisa berhenti dan memutar tubuhnya.

Lisa mengangkat halisnya. “Siapa ya?”

Sarah berjalan dengan langkah besar dan melayangkan tamparan di wajah cantik Lisa. Semua orang yang ada disitu terkejut, sontak saja Lisa membalas tamparan Sarah dengan tamparan yang sama kerasnya.

“Awww,” ringis Sarah.

“Dasar wanita aneh!” ujar Lisa. Dia tidak takut kepada wanita ini. sebenarnya dia tidak pernah takut kepada siapa-siapa, dia mengharuskan dirinya untuk tidak takut. Menurutnya ketakutan hanya membuat dirinya tak berdaya.

Lisa menggemgam lengan Sarah sekuat tenaga dan menarik Sarah agar keluar dari rumah bordil tersebut. 

Setelah mereka keluar Lisa melepaskan Sarah dan memperingatkannya untuk tidak membuat keributan di tempatnya.

“Dasar wanita jalang!” teriak Sarah.

Lisa hanya tertawa sumbang mendengarnya. Iya memang dia wanita jalang, memangnya kenapa?
Sarah menunjuk-nunjuk Lisa dengan amarah bergejolak. “Dengar ya wanita jalang, jangan sekali-kali kau menggoda tunanganku!”

Lisa mengkerutkan keningnya. Maksudnya apa?
 
“Maksudmu?”

Dan kali ini Sarah lah yang tertawa. “Dasar jalang! Pria yang barusan mengantarkan pulangmu adalah tunanganku! Andre!”

Lisa kaget. Andre telah bertunangan? Kenapa pria itu tidak memberitaunya. 

Sarah tertawa kembali. “Jadi siapa yang sekarang tertawa, huh?”

Lisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak percaya bahwa orang yang dicintainya telah dimiliki oleh oranglain.

Seolah menjawab ketidak tahuan Lisa, Sarah mengangkat jari yang dihiasi cincin berlian 4 karatnya. “Ini buktinya jika kau menginginkan bukti. Atau jika kau masih tak percaya kau bisa menanyakan itu kepada Andre!”

Lisa terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa. Sungguh, sekarang adalah kali pertama Lisa diperlakukan hina oleh pasangan dari kliennya, tunggu dulu.. Andre bukan kliennya. Pria itu adalah orang yang dicintai Lisa yang telah dimiliki oleh oranglain.

“Ingat ya wanita jalang!” tuntut Sarah kepada Lisa. “Jangan kau goda lagi Andre. Dia tunanganku dan kami akan menikah serta hidup bahagia! Dan jika kau butuh uang untuk menggantikannya,” Sarah mengambil dompetnya dan melempar rupiah sebanyak-banyak tepat di wajah cantik Lisa.

“Ini pungut saja! wanita seperti mu itu hanya pantas mendapatkan itu!” 

Lisa menggigit bibir bawahnya. Tenggorokannya tercekat, matanya panas dan hatinya nyeri. Tuhan, apakah salah dia bekerja sebagai wanita pemuas nafsu birahi? Dan juga, apakah salah wanita seperti dia mencintai seseorang?

Sementara disisi lain, Sarah tertawa puas melihat wanita dihadapannya. Ya dia berhasil memberikan pelajaran kepada wanita itu.

                                                                        *****
Jam telah menunjukan pukul 8 malam dan Andre sudah mengenakan setelan jas dengan rapih. Dia akan bertemu dengan pujaan hatinya, Lisa. Dia pun tak henti-hentinya bernyanyi dan tertawa sendiri tapi, semuanya berubah saat Andre membuka pintu apartemen dan mendapati seseorang berdiri di depan pintunya.

“Sarah,” ujar Andre kaget.

“Mau apa kau ke sini?”

Sarah tak mengacuhkannya, dia menyerobot masuk dan duduk di sofa. Tangannya di silangkan dan menatap Andre dengan tatapan marah.

“Well, aku akan pergi mungkin aku pulang besok. Jika kau tak keberatan lebih baik kau pulang saja daripada sendirian disini.”

Sarah berdecak. “Kau jahat! Aku benci kepadamu!” dan bulir-bulir air matapun berjatuhan di pipi Sarah.

Andre menghela napas. Kenapa dengan tunangannya ini? 

“Kau kenapa?” tanya Andre menghampiri Sarah.

Sarah mendongakan kepalanya dan menggemgam lengan Andre. “Kau…mencintaiku kan?”

Andre mengangkat halisnya. 

“Jawab Andre!”

“Iya,” ada keraguan dari kalimat yang dikeluarkan Ander. Dia memang mencintai Sarah, tapi dia juga menyukai Lisa. Tidak mungkin kan seseorang menyukai dua orang sekaligus.

“Kalau begitu, berjanjilah kepadaku kalau kau akan menikahiku.”

“Kau ini kenapa Sarah?”

“Berjanjilah!” tuntut Sarah.

Andre mengangguk ragu.

“Ya aku berjanji.”

Sarah tersenyum dan menghapus air matanya.

“Pernikahan kita akan berlangsung tiga hari lagi Andre. Aku sudah berbicara kepadamu mamah mu dan beliau menyutujuinya.”

Andre membelalakan matanya. “Apa katamu? Bukannya bulan depan kita akan menikah?”

“Kau bilang kau mencintaiku?”

“Tapi bukan berarti pernikahan kita dipajukan Sarah. Apa kau sudah gila? Tiga hari lagi? Yang benar saja!”

Andre pun bangkit dan memutar kenop pintu.

“Kau kan sudah berjanji Andre!”

Andre membalikan badannya dan menatap tunangannya yang cantik itu. Ya Sarah memang tidak kalah cantik dengan Lisa, tapi ini bukan soal kecantikan, ini soal hati yang memilih. Ah mengapa dirinya harus menikah dengan wanita itu.

“Aku pergi dulu.” Ujar Andre meninggalkan Sarah.

                                                                        *****
Setelah tunangan Andre menemuinya, Lisa tampak sering melamun. Dia juga tidak keluar kamar, dia berdiam diri dan juga menyalahkan hatinya karena hatinya itu telah menyukai Andre. 

“Lisa ada seseorang ingin menemuimu.”

“Sudah kubilang malam ini aku off,” jawabnya. Dia hanya ingin sendiri dan menenangkan pikiran.

“Lisa ini aku.” ucap suara yang membuat Lisa beranjak dari kasurnya. Dia terduduk di kasur dan menatap pintu yang tertutup.

“Buka pintunya sayang, biarkan aku masuk.” 

Sayang? Apakah pria itu tidak menyadari posisinya sekarang? dia telah bertunangan! Dan tunangannya telah memperingatkan Lisa untuk tidak mendekatinya. Ya ampun ternyata semua pria itu sama saja.

“Pergilah,” ujar Lisa dengan suara serak.

“Kenapa?”

Lisa terdiam. Dia bangkit dari kasurnya dan membuka pintu untuk Andre. Setelah Andre masuk dia menatap Lisa dengan tatapan khawatir.

“Kamu kenapa?”

Lisa menggeleng.

“Kamu kenapa?!” kali ini dengan suara ditinggikan.
 
Lisa terduduk dan menatap bayangannya di cermin riasnya.

“Kau.. apakah kau sudah bertunangan?”

Andre mengkerutkan keningnya. 

“Memangnya kenapa?”

“Jawab saja Andre.”
“Iya aku memang sudah bertunangan.”

Lisa tertawa sumbang dan memutar tubuhnya untuk menatap Andre. “Sudah kuduga.”

“Tapi kita bisa kawin lari Lisa.”

“Apa? Kau gila ya? Apa kata keluargamu jika kau menikah dengan wanita jalang seperti ku.”

“Memangnya kenapa? jika kita saling mencintai menurutku itu sah-sah saja.”

Lisa berdecak. Andre terlalu menganggap enteng situasi ini.

“Sebaiknya kita tidak pernah bertemu lagi. Lagi pula kau akan menikahkan?”

“Kenapa kau berbicara seperti itu? apakah Sarah tadi kesini?”

“Iya tadi tunanganmu kesini dan menyadarkanku bahwa aku telah salah jatuh kepada seseorang yang salah!.”

Andre menggelengkan kepalanya. Dan kali ini dia sangat sangat marah kepada Sarah.

“Pergilah. Berbahagialah dengan wanita yang bernama Sarah itu.”

Dan saat bersamaan seorang bodyguard muncul untuk mengusir Andre keluar.

“Sebentar,” ujarnya melepaskan lengan-lengan bodyguard. 

“Asal kau tau saja, aku sangat mencintaimu Lisa!”

Lisa mengalihkan pandangannya, dia tidak berani menatap mata Andre lagi, karena kenapa? dia juga mencintai pria itu.
                                                                        *****
Seminggu berlalu. Andre dan Sarah telah bertunangan. Pernikahan mereka sangat mewah, mereka juga terlihat bahagia. Mungkin jika kau orang awam kau pasti akan berkata seperti itu, tapi nyatanya Andre tidak bahagia. Walaupun tubuhnya disini tapi hatinya melalang buana mencari hati yang dimiliki oleh seorang wanita yang bernama Lisa. 

Sementara Lisa. Dia tertawa-tawa dengan para kliennya, walaupun dalam hati dia menangis. Dia juga sering melamun. Dan memori nya sering memutar masa-masa saat dirinya bersama Andre. Ah Andre, Lisa merindukanmu tapi sayangnya kau telah menjadi milik oranglain.


Subang, 30 Mei 2014
 dipagi hari yang cerah.

Minggu, 14 September 2014

Menikah di Usia Muda?



Bayangkan oleh kalian. Ada seorang lelaki ditempat tidur kalian terus, tangannya dengan leluasa meluk kalian. Jangan takut dulu, itu adalah suami kalian. Tapi, bayangin deh kalau kalian masih pengantin baru. Pasti bakalan aneh dong… Rumah yang biasa ada orangtua adik atau kakak, sekarang malah tinggal beruda. Kamu dan suami kamu. Cieee gaya suami. Tapi, hello…. Kalau 18tahun sudah punya suami atau sudah berumah tangga… hmm… kayaknya aku belum siap deh untuk nikah di umur yang sekarang. Haha yaeyalah -_- kuliah tuh pikirin wkwk.

Sebelumnya maaf ya untuk postingan kali ini kalau ada yang tersinggung atau apa. Saya hanya menulis apa yang ingin saya tulis, apa yang mengganjal dalam pikiran saya dan yaaa…. Pemikiran saya yang (kadang-kadang) tidak satu persepsi dengan teman saya. Yaaa… taulah saya itu penganut #foreveryoung hahaa -_- apadeh.. tapi, maksud dari anutan itu adalah kita itu harus selamanya muda walaupun sudah berumur, hatinya itu masih muda gitu, kayak iklan Hilo contohnya.

Well, saya sekarang sudah menjadi mahasiswi dan masuk asrama cewek, yaaa taulah obrolan cewek itu seputar apa. Cowok, iyesh. Cowok (lagi) muhun. Cowok (lagi lagi) of course! Dan yang paling serem itu kalau cowoknya udah ngajak nikah dan ada juga yang pengen nikah. Hello……. *bukannya munafik atau songong yaa* kita itu masih muda sodara-sodara!! Kita itu masih infinite, tak terbatas, masih bisa travel ke sana-sini. Masih bisa ngelakuin sesutau yang lebih bermanfaat, masih bisa melakukan sesuatu yang bersifat positif yang belum pernah kita lakuin, bukannya ngurusin rumah tangga.

Okeylah kita *emnangnya udah harus ya? Kalau aku sih masih pengen main-main, dulu. ._.*harus udah mikirin masa depan termasuk jodoh. Tapi, bukannya jodoh itu ada di tangan Tuhan ya? Dan sebagai umat kita harus meminta dan berusaha, begitu kan? Bukannya memilih cepat-cepat tanpa pemikiran yang matang. Ingat loh, orang yang akan kita nikahi itu akan menjadi teman hidup kita sampai kita tua.think again ;) 

Mendingan yaa selagi masih muda kita explore yourself, pastilah masih banyak potensi-potensi diri kita yang kita enggak tau. Nih yaa… yang namanya jodoh itu enggak akan kemana kok, percaya deh dan juga Allah itu akan mempertemukan kita di waktu yang tepat kok :)

Dan akhir dari postingan kali ini, saya ingin meminta maaf (sekali lagi) kalau ada yang tersinggung dengan postingan saya *saya yakin pasti ada*, jangan dulu membenci ataupun apa, saya itu punya pemikiran, Anda semua juga punya pemikiran jadi, ini adalah pemikiran saya dan saya tulis dalam blog saya.


Salam #foreveryoung \m/